Pengamanan Napi di Lapas Cianjur Diperketat

0
203

CIANJUR, patas.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur, bakal meningkatkan pengamanan dan pembinaan kepada warga binaannya. Petugas juga tidak luput dari pembinaan sebab dikhawatirkan ada yang bertindak tidak baik, apalagi sampai melakukan pungutan liar.

Kepala Lapas Cianjur, Yunianto, menuturkan, jumlah napi yang melebihi kapasitas dinilai menjadi faktor terjadinya gejolak dalam lapas dan kaburnya para napi. Terlebih, jika napi tidak dibina dengan baik.

“Kejadian di Pekanbaru itu harus jadi pembelajaran, meskipun Cianjur masih aman, tapi tidak boleh lengah. Kemungkinan selalu ada, makanya harus diantisipasi, seperti pembinaan dan peningkatan keamanan,” katanya.

Dia mengungkapkan, Lapas Cianjur semakin melebihi kapasitas semestinya. Penuhnya lapas dengan jumlah narapidana yang mencapai 700 orang, dinilai tak sebanding dengan petugas di lapas.

Menurunya, jumlah penghuni Lapas Cianjur sebanyak 755 narapidana atau warga binaan, padahal berdasarkan perhitungan lama, maksimal jumlah penghuni sebatas 450 orang. Bahkan, berdasarkan perhitungan terbaru, jumlah maksimal penghuni lapas di bawah 400 orang.

“Memang diakui, Lapas Cianjur ini overload. Berdasarkan aturan HAM (Hak asasi manusia) ada hitungan luas minimal untuk nyamannya napi, tapi karena keterbatasan tempat jadi dioptimalkan saja. Namun masih batas wajar,” kata dia.

Menurutnya, status lapas yang masih kelas B membuat pembangunan belum bisa dilakukan. “Kalau sudah naik jadi kelas A nanti ada penambahan bangunan. Sudah diusulkan, namun masih proses,” katanya.

Jumlah napi yang mencapai 700 orang lebih, lanjut dia, juga tidak hanya berpengaruh pada kuota maksimal, namun juga keamanan di dalam lapas. Apalagi, jumlah petugasnya tidak sebanding dengan banyaknya napi.

“Petugas mulai dari sipir hingga administrasi, totalnya hanya 65 orang. Mereka harus mengawasi dan membina 755 narapidana. Sangat jauh dan tidak sebanding,” kata dia.

Meski begitu, pihaknya terus berupaya meningkatkan keamanan dengan jumlah petugas yang terbatas tersebut. “Peningkatan keamanannya dilakukan tidak secara signifikan, sebab dikhawatirkan napi jadi terkejut dan menaruh kecurigaan yang malah menimbulkan gejolak,” kata dia.

Yunianto menambahkan, pembinaan terhadap petugas juga perlu dilakukan. “Kami arahkan supaya para petugas, memperlakukan napi dengan baik, apalagi jangan sampai ada pungli di lapas. Kami tekankan itu kepada para petugas, diharapkan itu bisa membuat penyelenggaraan pembinaan jadi maksimal,” pungkasnya.(isl)

Comments

comments