Gara-gara Cari Cacing, Didin Terancam 10 Tahun Penjara

0
158

CIANJUR, patas.id – Gara-gara mengambil cacing, Didin (48 tahun) warga Kampung Rarahan RT 06/RW 08 Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, ditangkap dan terancam kurungan penjara paling lama 10 tahun.

Penangkapan dan proses hukum yang juga mengancam pedagang jagung bakar dan kupluk tersebut, ‎berawal ketika Didin yang terkadang mencari cacing sonari untuk warga, diminta seseorang mencari cacing yang diketahui sebagai obat dalam jumlah banyak.

“Saya didatangi sama beberapa orang, minta dicariin cacing kalung. Tapi kan suami saya bukan biasa cacing kalung, tapi cacing sonari. Makanya nyari cacingnya sonari buat orang itu, katanya buat budi daya,” ujar Ela Nurhayati (41) istri dari Didin.

Berselang beberapa hari, sebanyak 10 orang datang ke rumahnya untuk mencari Didin. Mereka mengaku petugas dari kehutanan dengan didampingi sejumlah aparat. Namun suaminya tidak ada di rumah, sebab sedang berjualan di kawasan Cibodas.

Ela pun diminta untuk menghu‎bungi suaminya. Ketika pulang, sepuluh orang tersebut langsung melakukan penggeledahan di dalam dan di luar rumah. Ember berisi cacing sonari pun dibawa sebagai barang bukti.

“Suami saya langsung dibawa, katanya dipinjam sebentar. Tapi tahu-tahu pas pagi datangg surat jika suami saya ditahan,” katanya.

‎Hingga kini, suaminya ditahan di Mapolres Cianjur sebagai tahanan titipan dari Petugas PPNS Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Bahkan, Didin dituduh sebagai pelaku pengrusakan hutan.

Padahal menurut Ela, suaminya bukan berprofesi pencari cacing. Hal itu dilakukannya jika ada warga yang minta untuk obat. Cacing yang diambil pun merupakan cacing sonari yang notabene berada di atas tumbuhan Kondaka, sementara tuduhan padanya ialah pencari Cacing kalung.

“Kalau cacing kalung, memang merusak soalnya ada di dalam tanah. Tapi kan ini nyari cacing sonari, adanya di atas pohon, di permukaan,” katanya.

Meski begitu, penyidik tetap mengenakan pasal 78 atas (5) dan atau ayat (12) jo Pasal 50 ayat (3) hurup r dan huruf m Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

“Ancaman hukuman katanya sampai 10 tahun penjara. Saya harap segera dibebaskan. Dia tulang punggung keluarga, selama sebulan ditangkap kami susah cari makan,” ungkapnya.

Kuasa Hukum tersangka, Karnaen, menuturkan, penangkapan yang dilakukan oleh Penyidik PPNS dari Lingkunan Hidup dan Kehutanan banyak kejanggalan, terlebih dengan melakukan penahanan terhadap Didin.(isl)

Comments

comments