Operasi Tangkap Tangan Pungli SMK Harus jadi Pembelajaran

0
189

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman menyatakan, adanya operasi tangkap tangan (OTT) di SMK 3 PGRI Cianjur, beberapa hari lalu, harus jadi pelajaran bagi penyelenggara pendidikan di Cianjur.

“Mudah-mudahan semua mengambil hikmahnya dan dijadikan sebagai pembelajaran untuk dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur, baik di SD, SMP, maupun SMA/SMK sederajat,” ujar dia, Minggu (7 Mei 2017).

BACA: Uang Pungli 50 Juta Ditemukan dalam Operasi Tangkap Tangan!

Menurut Herman, yang juga pimpinan Tim Saber Pungli Kabupaten Cianjur, pengungkapa‎n pungli dengan barang bukti mencapai Rp 50 juta itu membuktikan bahwa Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Kabupaten Cianjur tidak main-main. Siapapun yang salah dan terbukti melakukan pungli, pasti diungkap serta ditangkap.

“Kami tidak main-main, siapapun ditindak kalau melakukan pungli. Ada beberapa juga target yang sudah terlaporkan dan terhimpun. Tapi tunggu saja nanti pengungkapannya, masa diungkapkan sekarang.”

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, mengungkapkan, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh pejabat di bawahnya, Kepala UPTD, dan MKKS SD ataupun SMP.

“Semuanya sudah ditegaskan jangan ada pungli‎. Laksanakan pendidikan secara bersih untuk peningkatan kualitas pendidikan di Cianjur yang lebih baik.”

Ditanya terkait sudah adanya kegiatan pungli di tingkat SD dan SMP seperti halnya di SMA/SMK, Cecep hanya menanggapi itu merupakan kegiatan dulu, sementara ke depan harus lebih baik tanpa ada pungli.

BACA: Iuran Sudah Berjalan Lama, Tersangka Dana SMK: Baru Kali Ini Dianggap Pungli

“Memang pelaku yang kemarin ditangkap mengungkapkan pungli untuk kegiatan MKKS katanya juga ada di SD dan SMP, tapi saya tidak tahu. Jikapun ada, sudahi dari sekarang, ke depan jangan ada pungli,” ucapnya.(isl)

Comments

comments