Pedagang Anggap Antisipasi Pengendalian Harga Hanya Formalitas

0
234

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur bersiap mengantipasi lonjakan harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Inspeksi ke pasar pun bakal dilakukan agar para bandar tidak menaikan harga seenaknya.

“Kami sudah melakukan beberapa rapat, hari ini pun di provinsi digelar rapat pengendalian harga di seluruh Jawa Barat,” ujar Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, Kamis (4 Mei 2017).

Pengendalian harga di Cianjur cukup efektif, sebab pada tahun lalu, lonjakan harga tidak tinggi. Sementara di Kabupaten/kota lain, harga daging dan kebutuhan lainnya melonjak sangat tinggi. “Tahun ini diupayakan kalaupun ada kenaikan tidak tinggi, tapi sebisa mungkin tetap normal seperti harga saat ini,” janjinya.

Herman menambahkan, Pemkab Cianjur bakal melakukan sidak sepekan sebelum Ramadhan dan sebelum Idul Fitri. Pasalnya, lonjakan harga biasanya terjadi saat munggah dan Idul Fitri.

“Rencananya saat sepekan sebelum Munggah itu akan sidak bersama pihak kepolisian. Diharapkan jika sidak atau rapat koordinasi pengendalian harga dengan kepolisian bisa ada rasa takut dari bandar atau distributor nakal supaya tidak menaikan harga seenaknya.”

Sementara itu, H Ece (50 tahun) salah seorang pedagang di Pasar Induk Pasirhayam, mengungkapkan bahwa harga daging sapi di pasaran saat ini masih dalam kondisi normal di angka Rp 110 ribu per kilogram. Namun menjelang Munggah dan Lebaran, diperkirakan harga daging sapi mencapai Rp 140 ribu per kilogram.

“Pasti ada kenaikan harga, dan akan sulit untuk ditangani. Soalnya masalah bukan hanya di bandar dan pedagang, namun di permainan mafia daging.”

Menurut Ece, harga daging sapi akan tidak stabil lantaran keberadaan daging sapi impor yang tidak jelas, meskipun harganya murah namun stok mulai dipersulit. “Ini yang akan merusak harga di pasaran, ketika stok sulit maka harga dinaikan,” jelasnya.

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab khususnya Diskoperindag sering melakukan rapat koordinasi bersama bandar dan pedagang. Tetapi menurut Ece, hal itu tidak berpengaruh besar, sebab harga tetap melonjak.

“Jadinya seperti hanya formalitas, tapi hasilnya tidak ada. Harga tetap tinggi. Pedagang juga merugi. Walau harga naik, tidak berarti keuntungan besar, soalnya yang terjual jadi sedikit. Kalau memang serius, buktikan nanti bisa tidak harga distabilkan,” ucapnya. (isl)

Comments

comments