Ramai-ramai Berkunjung ke Gunung Padang Naik Kereta Api

0
383

CIANJUR, patas.id – Tingkat kunjungan ke Situs Megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, tak pernah susut. Malah setiap pekan terus mengalami penambahan, khususnya pada momen akhir pekan atau libur panjang.

Untuk mencapai lokasi situs tertua di dunia tersebut, ada beberapa alternatif moda darat. Bisa menggunakan kendaraan pribadi, angkutan umum, atau kereta api. Untuk kendaraan pribadi dari arah Sukabumi tinggal belok kanan sebelum kota Kecamatan Warungkondang, sebaliknya dari arah Cianjur belok kiri sesudah kota Kecamatan Warungkondang. Tersedia rambu-rambu penunjuk jalan menuju objek wisata Situs Gunung Padang.

Jika menggunakan kendaraan umum, dari Sukabumi bisa menggunakan bus jurusan Sukabumi-Bandung, sebaliknya dari arah Bandung bisa menggunakan bus dengan trayek Bandung-Sukabumi. Turun di tempat yang sama, kemudian naik angkutan umum hingga ke Stasiun Lampegan. Dari Stasiun Lampegan hanya ada kendaraan ojek untuk menuju Situs Gunung Padang.

Moda lain yang bisa melayani rute menuju Situs Gunung Padang adalah menggunakan kereta api. Saat ini kereta api yang tersedia adalah Kereta Api Siliwangi dengan status kereta perintis Sukabumi-Cianjur yang melintas di Stasiun Lampegan. Kereta yang berfasilitas AC tersebut ditarif Rp 3.000 sekali jalan.

Untuk merespon destinasi wisata yang cukup menjanjikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana segera mengoptimalkan wisata kereta api menuju Situs Gunung Padang. Kendaraan wara-wiri pun akan disediakan untuk memfasilitasi wisatawan dari Stasiun Lampegan menuju Situs Gunung Padang yang jaraknya sekitar 8 kilometer.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, menuturkan, Pemkab sempat merencanakan pembuatan kereta wisata, yakni dengan menggunakan kereta, wisatawan bisa datang hingga Stasiun Lampegan dan nantinya meneruskan perjalanan ke situs Gunung Padang.

“Dalam waktu dekat akan dijalankan. Nantinya wisatawan yang tidak mengunakan kendaraan pribadi bisa memanfaatkan kereta api untuk berwisata ke Gunung Padang.”

Herman mengungkapkan, wisata ke Gunung Padang mengunakan kereta api hingga Stasiun Lampegan juga sudah berjalan, terlihat dari daftar kunjungan dengan kereta yang terus bertambah.

“Memang sudah berjalan, tapi optimalnya nanti. Kemarin juga sudah dicek, ternyata banyak wisatawan ke Gunung Padang naik kereta api,” ungkapnya.

Namun, menurut Herman‎, wisatawan ke sana, harus membayar ongkos yang cukup mahal dari Stasiun Lampegan. Hal itu dikarenakan tidak ada angkutan umum, sehingga pengunjung harus naik ojek dengan biaya Rp 50 ribu per ojek untuk sekali berangkat.

“Minimalnya Rp 100 ribu per ojek untuk pulang pergi. Jadinya mahal, sementara untuk kereta hanya Rp 3.000 sekali perjalanan‎,” katanya.

Oleh karena itu, ungkap Herman, Pemkab Cianjur bakal mengadakan mobil wara-wiri bagi wisatawan dari Lampegan menuju Gunung Padang. Harga yang diberikan pun akan terjangkau supaya tidak memberatkan pengunjung.

“Kemungkinan tahun depan direalisasikan. Sekarang kan masih proses pembuatan rest area di Lampegan, termasuk jalan alternatif. Kami harap setelah adanya sarana tambahan, tingkat kunjungan bisa lebih banyak.”

Popon Fatimah (40 tahun) warga Kampung Mayak Desa Mayak Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, mengaku sempat berwisata ke Gunung Padang dengan naik kereta api. Sedikitnya 10 orang anggota keluarganya datang dengan naik kereta api hingga Stasiun Lampegan.

Dari Stasiun Lampegan dia menyewa ojek dengan masih biaya Rp 25 ribu per ojek. Satu ojek, dinaiki dua orang anggota keluarganya, sehingga untuk ongkos perjalanan, dia harus mengeluarkan ongkos sebesar Rp 300 ribu.

“Memang mahal, tapi kan mau naik mobil juga susah. Kendaraan pribadi tidak punya.”

Menurutnya, kalau ada angkutan alternatif yang disediakan pemerintah, maka akan memudahkan wisatawan untuk datang. Ongkos yang dikeluarkan pun tidak akan terlalu besar.

“Gunung Padang itu kan punya keunikan, makanya banyak yang datang. Tinggal ada sarana angkutan saja, terutama dari Stasiun Lampegan, supaya yang naik ojek tidak kemahalan,” ungkapnya.(isl)

Comments

comments