Puluhan Massa Aksi Tuntut Dirut Perumdam Tirta Mukti Mundur dari Jabatannya

0
222

CIANJUR, patas.id – Puluhan mahasiswa Universitas Suryakancana dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cianjur melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Kamis (4 Mei 2017).

Di bawah kawalan puluhan anggota polisi yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan massa aksi‎, mereka menuntut agar Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur mundur dari jabatannya.

Massa menilai Perumdam Tirta Mukti belum dapat memenuhi kebutuhan air bersih kepada pelanggannya secara maksimal. Terlihat dengan masih banyaknya keluhan dari pelanggan, mulai dari air tidak mengalir, air keruh, lonjakan tagihan, perubahan golongan tarif, tagihan kadaluarsa, kesalahan administratif, hingga denda.

“Hal-hal tersebut menjadi keluhan dari pelanggan, dan ini merupakan pelanggaran hukum dari Perumdam kepada pelanggan. Sebab sudah tidak memenuhi kewajibannya kepada komsumen,” ujar Koordinator Aksi sekaligus Ketua HMI Cabang Cianjur, Fajar Firdaus.

Selain faktor legitimasi hukum, warga juga merasakan kerugian secara sosiologis, mulai dari sulit untuk masak, mandi, mencuci, dan melaksanakan kegiatan lainnya.

“Salah satunya di Perum Bumi Emas, air tidak menalir selama beberapa hari. Pelayanan pembayaran juga semakin memburuk.”

Dia menambahkan, pihak Direksi Perumdam juga telah lalai dalam masalah operasional dan kinerja, di antaranya belum pernah melakukan konsultasi dan memberikan estimasi waktu perbaikan pipa, kualitas air tidak layak, tarif dasar mahal, pelayanan pembayaran yang tidak diperluas dan dipermudah serta kredit mobil operasional yang diberikan kepada sejumlah pimpinan di Perumdam yang dinilai melanggar aturan serta terindikasi korupsi.

Oleh karena itu, massa menuntut Perumdam Tirta Mukti diaudit oleh kantor akuntan publik secara independen, mundurnya kepala salah satu kepala cabang dan direktur utama serta bupati harus mencopot dewan pengawas lantaran tidak‎ melaksanakan tugasnya.

“Ada beberapa hal lagi yang kami tuntut dari Perumdam. Kami harap semuanya dilaksanakan, pelayanan pun diperbaiki. Para pekerja juga harus yang profesional, tidak asal.”

Sayangnya, massa tidak berhasil bertemu dengan pihak Direksi Perumdam, sehingga aksi dilanjutkan ke Kejaksaan Negeri Cianjur. “Kami tuntut agar indikasi korupsi ini diungkap. Sebab tidak transparan juga penggunaannya,” pungkasnya.(isl)

Comments

comments