Bus Tabrakan di Cipali, Studi Tur Pesantren Al-Ittihad Cianjur Dibatalkan

0
315

CIANJUR, patas.id – Kegiatan studi tur atau ziarah ke makam para wali yang diikuti sekitar 300 siswa kelas XII Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur dibatalkan lantaran kecelakaan yang menewaskan salah seorang siswi yayasan tersebut di Tol Cipali, Rabu (3 Mei 2017). Biaya administrasi yang dikeluarkan para siswa pun bakal dikembalikan sepenuhnya.

Humas Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Pondok Pesantren Al Ittihad, Wandi Ruswannur, mengatakan, setelah mendapatkan kabar adanya kecelakaan maut pada bus nomor 3, pihak sekolah langsung membatalkan perjalanan dan memulangkan para siswa.

“Sekarang masih di perjalanan pulang. Sedang istirahat dulu di Purwakarta. Segera kami batalkan kegiatan tersebut.”

Dia menjelaskan, rencananya kegiatan ziarah tersebut bakal digelar selama lima hari, mulai dari Cirebon, Demak, hingga Madura. Lokasi pertama yang bakal dikunjungi adalah makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. “Karena ada kecelakaan, dibatalkan. Beluma ada yang sampai tujuan, soalnya semua terhenti di tol Cipali, langsung pulang lagi,” kata dia.

BACA: Bus Nabrak Truk di Cipali Diduga Gara-gara Sopir Mengantuk
BACA: Bus Rombongan Pesantren Al-Ittihad Cianjur Tabrakan di Tol Cipali, Dua Tewas

Menurutnya, pihak sekolah bakal mengembalikan biaya yang dikeluarkan para siswa untuk kegiatan tersebut, nilai biaya ziarah itu sebesar Rp 600 ribu per siswa. “Memang murah meskipun lima hari, soalnya ada subsidi dari sekolah. Semuanya kami akan kembalikan terkait administrasi tersebut. Itu sudah jadi tanggung jawab kami,” katanya.

Rencananya, lanjut Wandi, pihak yayasan juga akan berangkat ke rumah korban meninggal dunia di Ciranjang. Pihak perusahaan bus rencananya bakal dimintai pertanggungjawaban atas kelalaiannya.

“Sekarang kami fokus ke penanganan korban luka dan pemakaman korban meninggal dunia. Setelah itu komunikasi dengan perusahaan bus, sebab ini adalah kelalaian dari perusahaan dan sopir.”

Atas kejadian itu, lanjut dia, pihak yayasan belum bisa memastikan apakah bakal kembali menggelar kegiatan studi tur atau tidak di tahun selanjutnya. “Nanti kami rapatkan, ada atau tidaknya di tahun depan tergantung pada hasil rapat,” pungkasnya.(isl)

Comments

comments