Nelayan Jayanti Minta Pemerintah Bantu Keruk Pasir

0
211
sedimentasi pantai

CIANJUR, patas.id – Nelayan di Pantai Jayanti Kecamatan Cidaun mengeluhkan dermaga yang dipenuhi sedimentasi pasir. Pemerintah pun diminta untuk melakukan upaya menangani masalah yang dihadapi nelayan.

Udin (50 tahun), seorang nelayan asal Ciujung Kecamatan Cidaun, mengatakan bahwa sedimentasi akibat cuaca buruk itu telah terjadi sejak dua bulan terakhir.

“Sekarang lagi musim angin Barat, jadinya dangkal, dan pasir yang terseret ombak hingga ke pintu dermaga kelihatannya sudah betul-betul tinggi.”

Ketinggian sedimentasi di pintu dermaga itu mencapai ketinggian sekitar 5 meter dari dasar dermaga. Akibatnya, puluhan perahu yang ditambatkan di dalam dermaga tidak bisa dikeluarkan untuk digunakan melaut. Perahu-perahu yang sudah berada di luar dermaga dan ditambatkan tidak jauh dari tempat itu, disimpan di dermaga. “Mau masuk atau keluar ya harus didorong oleh banyak orang, tidak bisa keluar atau masuk dengan sendirian.”

BACA: Dinas Kelautan Janjikan Bantuan Pemecah Ombak untuk Jayanti

Sedimentasi menggunung ini menurut Udin terjadi 15 tahun sekali. Namun, ketika sedimentasi terjadi, ombak juga yang menghilangkannya kembali meski perlu waktu cukup lama hingga gunungan pasir itu bersih.

“Kami maunya ada pengerukan supaya lebih cepat bersih dan perahu bisa masuk atau keluar dengan mudah dari dermaga.”

Rahmat Efendi (50 tahun), nelayan asal Desa Saganten Kecamatan Sindangbarang, mengeluhkan hal yang sama. Rahmat mengatakan bahwa sudah dua bulan pula nelayan jarang melaut. Angin barat membuat paceklik ikan. Ditambah, kendala sedimentasi yang oleh nelayan setempat juga tidak dicoba dibersihkan.

“Areanya luas dan kalau mengandalkan tangan-tangan nelayan akan percuma sebab pasir akan kembali tersapu ombak dan bertumpuk lagi.”

Dari sekitar 700 nelayan yang ada di Pantai Jayanti, hanya 50 nelayan yang akhir-akhir ini berangkat melaut. Sisanya memilih untuk beralih menjadi petani atau buruh tani. “Dari Pemerintah Kabupaten Cianjur belum ada yang datang untuk memeriksa kondisi ini,” ungkap Rahmat. (isl)

Comments

comments