Distributor Nakal dari Bogor Masukkan Gula Rafinasi ke Cianjur

0
308
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

CIANJUR, patas.id – ‎Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Cianjur mengaku tengah melakukan upaya menghilangkan keberadaan gula rafinasi di pasaran. Pasalnya, gula tersebut bukan untuk konsumsi langsung melainkan bagi industri pangan dan perlu melalui pengolahan.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Cianjur, Himam Haris, mengatakan bahwa keberadaan gula rafinasi di pasaran memang tidak diperbolehkan. Sayangnya, distributor nakal dari Bogor kerap memasukkan gula tersebut ke Cianjur.

Karakteristik gula yang lebih putih dan murah, dinilai jadi faktor banyaknya konsumen yang memilih gula rafinasi ketimbang gula pasir biasanya.

“Diakui bahwa sekarang ini banyak beredar gula rafinasi. Masuknya dari Bogor, kemudian didisditribusikan ke distributor lokal. Harganya lebih murah dan warnanya lebih putih, makanya banyak yang tergiur. Padahal gula itu untuk industri dan butuh diproses lagi untuk bisa dikonsumsi, jika tidak, akan ada efek samping.”

Menurutnya, Diskoperindag bakal melakukan upaya pematasan gula rafinasi di pasaran hingga akhirnya bisa menghilangkan keberadaan gula yang ditujukan untuk ‎industri tersebut. Para distributor pun akan diberi teguran supaya tidak lagi menjual ke pedagang pasar.

“Biasanya pedagang kecil hanya terima barang, yang harus diantisipasi itu peredaran dari distributor. Nanti akan kami beri surat teguran.”

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur, Rizaldi, menuturkan bahwa keberadaan gula rafinasi juga mengganggu stabilitas harga gula pasir. Upaya untuk menekan harga gula pasir di pasaran saat Ramadhan dan ‎menjelang Idul fitri pun kerap terhambat oleh keberadaan gula tersebut.

“Makanya akan kami berantas juga dari pasaran. Apalagi kan memang tidak boleh diperjualbelikan di pasaran, sebab untuk industri, bukan konsumsi langsung. Kami akan koordinasi dengan Diskoperindag untuk menghilangkan keberadaannya di pasaran,” ucapnya. (isl)

Comments

comments