Klaim DPPPH Atas Varietas Unggulan Padi Pandanwangi

0
427

CIANJUR, patas.id – Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura (DPPPH) Kabupaten Cianjur mengklaim pola pertanian dan varietas unggulan padi pandanwangi menjadi tujuan studi banding dari kabupaten/kota lain.

Kepala DPPPH Kabupaten Cianjur, Mamad Nano, mengatakan bahwa Cianjur seringkali mendapatkan kunjungan kerja dari kabupaten/kota terkait pengelolaan dan pengolahan padi. “Hari ini juga ada, dari salah satu kota di Jawa Timur. Mereka ingin cari tahu bagaimana pengelolaan pertanian di cianjur. Tapi mereka juga lebih ingin mengenal varietas padi unggulan pandanwangi,” ujarnya, Kamis (20 April 2017).

Menurut Mamad, ‎varietas pandanwangi di Cianjur memang menjadi salah sau jenis padi unggulan. Padi pandanwangi hanya bisa ditanam di tujuh kecamatan, di antaranya Kecamatan Warungkondang, Cilaku, Cibeber, dan lainnya. Lahan yang bisa ditanami pun hanya 250 hektar.

“Dari 250 hektar itu tidak seluruhnya ditanami secara berkelanjutan, yang aktif ditanami setiap tahun hanya 50 hektar dari 7 kecamatan yang cocok untuk padi khas Cianjur tersebut.”

Namun, Mamad menyebutkan adanya jenis padi hasil rekayasa genetik yang sama dengan pandanwangi, yakni padi Pandan Putri. Umur padi tersebut juga lebih singkat dibandingkan padi aslinya, tetapi hasilnya tidak berbeda.

“Padi Pandan Putri sama wangi dan pulennya dengan pandanwangi, dan bisa ditanam di daerah mana saja.”

Meski bisa diproduksi di wilayah manapun, lanjut dia, produk pandanwangi tidak bisa begitu saja diproduksi atau dipasarkan sembarang pihak. Pasalnya jenis Pandanwangi ataupun Pandan Putri sudah dikeluarkan hak patennya untuk Cianjur.

“Jadi hanya yang sudah masuk dalam daftar perusahaan atau petani yang ada di Cianjur yang boleh memasarkan. Harus ada izinnya dulu. Kalau di lapangan ada yang jual pandanwangi tanpa ada sertifikat dan izinnya maka bisa dipidanakan atas pelanggaran hak kekayaan intelektual.”

Menurutnya, satu hektar padi pandanwangi hanya bisa menghasilkan 3 sampai 6 ton. Akibatnya dalam sekali panen, dari 50 hektar lahan yang aktif, hanya bisa menghasilkan 200 sampai 300 ton per masa tanam. “Jumlahnya memang tidak banyak, sebab masuknya padi premium. Tapi baiknya emang ditingkatkan terus produksinya.”

Mamad juga mengklaim Pemkab Cianjur bakal terus meningkatkan produksi pandanwangi menjadi salah satu program unggulan. Pihaknya pun bakal mendorong petani untuk rutin menanam di lahannya dengan memberikan bantuan berupa bibit dan pupuk. Dengan begitu, diharapkan ada kesadaran petani untuk menanam padi jenis tersebut.

“Kalau dipaksakan tidak mungkin, dan jika lahannya ditambah pun juga tidak mungkin, sebab lahan yang cocok hanya 250 hektar, selebihnya kualitas tidak akan sama. Makanya yang pemilik di lahan 250 hektar tersebut didorong menanam dengan pemberian bantuan. Kami harap produksi pandanwangi meningkat,” tuturnya. (isl)

Comments

comments