“Siap untuk Selamat!” Jadi Tagline Kampanye Kesiapsiagaan Bencana

0
51

CIANJUR, patas.id – BPBD Kabupaten Cianjur menggelar Rapat Koordinasi bersama sejumlah OPD, TNI/Polri, dan sejumlah tamu undangan lainnya menjelang digelarnya pelaksanaan apel Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional pada 26 April 2017 mendatang.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, dalam rangka pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, pihaknya sengaja menggelar Rakor dengan berbagai pihak untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

“Berdasarkan Undang-undang No 24 Tahun 2007, tentang penanggulangan bencana, disebutkan bahwa wilayah Kabupaten Cianjur memiliki kondisi geografis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam, maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya di sela-sela rakor, Rabu (19 April 2017) di Kantor BPBD Kabupaten Cianjur, Jalan Gudang Aspal.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, tutur Asep, sangat jelas bahwa faktor yang paling menentukan adalah penguasaan pengetahuan dan kemampuan untuk menyelamatkan diri dari ancaman risiko bencana serta berbagai kendala dan tantangan yang pada umumnya dihadapi pemangku kepentingan.

“Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan secara mandiri, yang perlu diperhatikan antara lain kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap karakteristik bencana dan risikonya, kurangnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman yang ada di sekitarnya, dan belum adaya pelatihan secara terpadu dan periodik karena kewaspadaan dan kesiapsiagaan belum menjadi budaya.”

Oleh karenanya, sambung Asep, edukasi untuk meningkatkan pemahaman risiko bencana akan dikemas dalam kegiatan latihan kesiapsiagaan bencana nasional dengan tagline “Siap untuk Selamat!” yang merupakan pesan utama bersama yang akan diusung dalam proses penyadaran (awareness) kampanye ke depan.

“Azas dan filosofi yang hendak dibangun dari gerakan latihan kesiapsiagaan serentak ini adalah membangun partisipasi dan kemitraan publik serta melibatkan lembaga usaha dengan semangat gotong royong, kesetiakawanan, dan kedermawanan.”

Pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang akan dilaksanakan pada 26 April mendatang itu dilakukan dengan pertimbangan bahwa pada tanggal tersebut, UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana disahkan.

“UU No 24 Tahun 2007 adalah perangkat hukum pertama yang merubah paradigma penanggulangan bencana dari responsif ke preventif (pengelolaan risiko bencana),” jelasnya. (rud)