Tangan Dingin Nandang Jadikan SMKN Pagelaran Terus Berinovasi

0
339

CIANJUR, patas.id – SMK Negeri 1 Pagelaran Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus berinovasi sehingga saat ini bisa menjadi sekolah yang maju di wilayah selatan Cianjur.

Di bawah kepemimpinan Nandang Jauharudin, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMK Negeri 1 Pagelaran berjalan dengan baik dan lancar. Dia selalu memberikan arahan pada guru-guru agar selalu bekerja disiplin dan penuh dengan rasa tanggung jawab.

“Dalam setiap kesempatan, saya selalu menekankan untuk terus meningkatkan kinerja, dan disiplin memperhatikan disiplin waktu. Guru harus memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya, agar murid mampu bersaing dan menjadi siswa yang berprestasi,” kata Nandang.

Sosok pria satu ini terbilang energik dan inovatif. Dalam bekerja, dirinya pun selalu fokus dan penuh rasa tanggung jawab.

Kepercayaan sebagai kepala sekolah yang diemban saat ini, kata dia, merupakan amanah yang harus dikerjakan sekaligus dipertanggungjawabkan.

Pada 2013 lalu dirinya menjadi guru SMK teladan berprestasi terbaik ke-1 tingkat Provinsi Jawa Barat, dan pada 2014 ia juga masuk 10 besar Kepala SMK terbaik tingkat nasional hingga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan studi banding ke luar negeri di Jerman.

Nandang mengungkapkan, bahwa pengembangan SMK Negeri 1 Pagelaran yang dirintis, hingga sekarang dinilai sudah berhasil, baik itu di bidang prestasi akademik maupun nonakademik.

“Kemajuan SMK Negeri 1 Pagelaran yang kami rintis adalah berkat kerja sama dengan berbagai pihak, sehingga SMK Negeri 1 Pagelaran telah menjadi sekolah percontohan tingkat nasional,” ungkapnya merendah.

Nandang menjelaskan, dalam mengembangkan sekolahnya, pihaknya menggunakan strategi Manajemen LIFE, yaitu mengembangkan sekolah lapangan menjadi sekolah berwawasan lingkungan.

“Strategi ini merupakan strategi leadership yang kekuatannya terletak pada kemampuan membaca lingkungan, menangkap peluang, membangun kepercayaan, penyesuaian dengan lingkungan, serta membangun kerja sama,” jelasnya.

Selain itu, kata Nandang, upaya mengatasi permasalahan dihadapi secara preventif, namun belum bisa optimal dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

“Untuk mencapai tujuan optimalisasi pembelajaran, kami memprioritaskan sarana terutama perluasan tanah 50.000 m2 untuk pemenuhan RKB sebanyak 26 kelas, sementara ruang kelas yang ada 18 lokal. Selain itu sangat dibutuhkan sarana laboratorium praktik untuk setiap kompetensi keahlian, hal ini dibutuhkan mengingat sarana yang diadakan melalui program Rintisan ISO belum optimal, dikarenakan ruang laboratorium praktik kompetensi keahlian sangat terbatas,” ujarnya.(rud)

Comments

comments