Dasar Maling tak Tahu Diri

0
174

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengaku geram dengan adanya aksi pencurian di SMAN 1 Mande, sebab para pencuri mengambil sarana ujian siswa yang bakal menentukan akhir dari pembelajarannya.

“Saya mengutuk keras perbuatan tersebut. Ini kan masa ujian, penentuan akhir para siswa. Tapi ada yang tega mencuri sarana mereka untuk ujian. Perbuatan yang sangat jahat dengan merusak proses pendidikan,” ujar dia saat ditemui.

Menurutnya, Cianjur masih belum memiliki sarana dan prasarana yang lengkap untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dengan adanya sarana yang dicuri, membuat Cianjur semakin kekurangan sarana yang memadai.

“Apa tidak berfikir, komputer ini jadi sarana belajar dan ujian. Apa tujuannya mau merusak generasi bangsa?” ucapnya.

Herman mendorong pihak kepolisian segera mencari identitas para pelaku dan menangkapnya. “Segera proses hukum dan jerat dengan hukuman seberat-beratnya kalau sudah tertangkap,” kata dia.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Sapturo, mengaku miris mendengar adanya kejadian tersebut, apalagi para siswa sebelumnya terancam tidak ujian.

“Alhamdulillah setelah diupayakan mereka bisa ujian. Meskipun sekarang kewenangannya di provinsi, mereka tetap anak-anak cianjur dan wajib diperhatikan, terutama ketika ada musibah seperti kemarin,” katanya.

Dia berharap para siswa tidak terus terganggu dengan adanya kejadian tersebut dan tetap bisa mengerjakan ujian dengan maksimal di hari kedua dan selanjutnya.

“Hari ini (11 April 2017) menurut kepala sekolahnya sudah bisa ujian di sekolah sendiri dengan komputer dari guru dan MKKS SMA. Saya berharap siswa bisa tetap tenang dan maksimal dalam mengerjakan soal,” pungkasnya.(isl)

Comments

comments