Jembatan Penghubung Jalur Puncak II Roboh oleh Banjir

0
175

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur harus terus membenahi sepanjang Jalur Puncak II yang berada di wilayah Cianjur. Salah satunya jembatan penghubung yang roboh oleh banjir sehingga sulit untuk dilintasi kendaraan.

Berdasarkan pantauan patas.id, jembatan di Kampung Ciobed Desa Batulawang tersebut hanya terbuat dari kayu yang disusun sebagai jembatan sementara. Bahkan saat rombongan DPR RI, Pemerintah Kabupaten Cianjur, dan DPRD Kabupaten Cianjur hendak meninjau kondisi Jalur Puncak II, perjalanan tertahan oleh jembatan yang rusak tersebut.

Jembatan yang dibuat seadanya dinilai membahayakan sehingga perjalanan dihentikan hingga di jalan tersebut. Padahal untuk sampai ke perbatasan Cianjur-Bogor, masih setengah perjalanan lagi.

Neng Hasanah (28 tahun), salah seorang warga sekitar, mengatakan bahwa robohnya jembatan tersebut sudah terjadi beberapa waktu lalu. Derasnya arus air yang mengalir di bawah jembatan tersebut membuat penyangga tergerus dan merobohkan jembatan yang sudah lama tidak dirawat.

“Setelah hujan, air sungai jadi deras. Apalagi kan sungai ini melengkung beberapa meter dari jembatan. Makanya sering meluap dan menggerus jembatan.”

Menurutnya, selama beberapa hari, jalur tersebut tidak bisa dilintasi, baik oleh mobil ataupun sepeda motor. Namun untuk sepeda motor masih bisa melalui jalan gang untuk bisa melalui jalur tersebut.

“Kalau mobil mah beberapa hari tidak bisa lewat. Makanya ada juga yang sampai memutar arah karena tidak tahu jembatannya roboh. Tidak ada jalan lain, cuma ini satu-satunya akses.”

Setelah beberapa hari roboh, lanjut dia, jembatan dibangun seadanya agar kembali bisa dilintasi. “Kalau tidak salah dibangun sama Pemerintah Desa Batulangan dengan dibantu warga. Sekarang sudah bisa dilalui, tapi hanya kendaraan kecil. Kalau sampai truk tidak bisa karena terlalu berat, nanti roboh lagi,” terangnya.

Sementara itu, ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan, mengatakan, pihaknya sudah meninjau lokasi tersebut dan mengajukan pembangunan jembatan di tahun ini.

“Rencananya tahun ini dengan anggaran Rp 1,5 miliar. Lebarnya 3,5 meter.”

Rencananya, pemukiman yang menghalangi aliran sungai sudah masuk dalam pembebasan lahan, sehingga air tidak akan lagi tertahan dan merusak kontruksi jembatan.

“Sudah diantisipasi. Ke depan jembatan ini juga diperlebar sebab jadi akses utama Jalur Puncai II. Kami yakin, setelah jemabtan dan jalur dibangun, akses menuju Cianjur akan lancar, sebab jalur alternatif sudah ada dan kemacetan bisa teratasi,” tutupnya. (isl)

Comments

comments