Wow! Jalur Puncak II Akan Segera Menjadi Kenyataan!

0
242

CIANJUR, patas.id – Komisi V DPR RI melakukan komunikasi dan ekspose‎ dengan Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman terkait rencana pembangunan Jalur Puncak II yang terus mangkrak. Namun, setelah berdialog, rencananya pembangunan konstruksi jalan bakal dimulai 2019 mendatang.

Tidak hanya antara Komisi V dan Wabup, komunikasi yang digelar di salah satu hotel di Cianjur itu juga diikuti Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (6 April 2017).

Setelah berdiskusi lebih kurang selama satu jam, mereka langsung berangkat menuju Jalur Puncak II untuk melihat langsung kondisi jalur alternatif yang dinilai bisa mengurai kemacetan dari Cianjur ke Bogor dan Jakarta tersebut.

Usai meninjau Jalur Puncak II, Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis, menuturkan bahwa pihaknya sudah banyak mendengar masukan dari Pemkab Cianjur terkait pentingnya keeradaan Jalur Puncak II untuk pengembangan Cianjur dan kota lain di Jawa Barat. Apalagi, menurutnya, jalur tersebut sudah lebih dulu diusulkan ketimbang Jalan Tol Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung, sehingga harus jadi prioritas pembangunan.

“Sejak 2012 sebenarnya dari DPR RI sudah intervensi agar segera, tapi ada kendala di pembesan lahan. Makanya sekarang kami dorong lagi supaya jadi prioritas pembangunan di pusat.”

Menurut Fary, jika pembebasan lahan di Bogor dan Cianjur selesai selama rentang waktu 2017 hingga 2018, maka pembangunan konstruksi bisa dilakukan 2019.

“Kami siapkan anggaran Rp 600 miliar untuk pembangunan jalannya. Asalkan, kedua daerah menuntaskan urusan pembebasan lahan.”

Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman menuturkan, ‎kunjungan dari DPR RI khususnya Komisi V diharapkan mampu mempercepat pembangunan Jalur Puncak II. “Sebenarnya kami tidak perlu banyak menerangkan dampak dari adanya jalur alternatif tersebut. Mereka merasakan sendiri bagaimana macetnya jalur utama puncak. Makanya perlu segera pembangunan,” paparnya.

Menurut Herman, Pemkab akan segera menuntaskan pembebasan lahan. Ada sekitar 1,8 kilometer jalan yang perlu diperluas sehingga lahan di kanan-kirinya harus dibebaskan.

“Sekarang kan jalur masih sempit di beberapa titik, nanti akan dibebaskan. Untuk besaran yang harus dikeluarkan masih dalam kajian. Tapi Cianjur hanya sedikit. Kami harap wilayah Bogor segera melakukan pembebasan lahan supaya laju ekonomi di Kota Santri bisa kembali bangkit,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments