Neng Eem Yakin Gairah Ekonomi Cianjur Kembali Bangkit

0
178

CIANJUR, patas.id – Aggota Komisi V DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, yakin setelah Jalur Puncak II yang menjadi jalan alternatif menuju Cianjur dibangun, gairah ekonomi di Kota Santri akan kembali bangkit.

“Sekarang laju ekonomi di Cianjur sedang lesu, sebab jalannya terhalang oleh macet. Orang yang mau ke Cianjur jadi malas. Makanya kalau ada jalur puncak II, ekonomi Cianjur bisa kembali meningkat,” ujar dia usai melakukan peninjauan Jalur Puncak II, Kamis (6 April 2017).

Menurutnya, jalur puncak II sudah terlebih dulu diusulkan sebelum adanya rencana pembangunan Jalan Tol Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung (Bosuciba), dimana kini sudah berjalan pembangunan untukl kawasan Bogor menuju Sukabumi.

“Jalur Puncak II ini malah tersusul lagi. Masalah yang terus bermunculan membuat pembangunannya terhambat, padahal masalah yang ada bisa diantisipasi supaya pembangunan bisa berjalan segera.”

Dibangunnya Jalur Puncak II, lanjut Neng Eem, akan menjadi prestasi juga bagi Presiden RI. Hal itu dikarenakan Cianjur memiliki kawasan yang penting, yakni Istana Presiden Cipanas. Selama ini, perjalanan menuju Istana Cipanas sering terhambat oleh macet. Sterilisasi jalan untuk akses presiden pun berdampak terhentinya aktivitas warga untuk sementara.

Kan jalurnya hanya 1, jadi ketika disterilkan, otomatis akses tertutup. Tapi kalau ada Puncak II, alternatifnya banyak. Kegiatan kunjungan ke Istana Cipanas lebih mudah. Ini akan jadi prestasi bagi pemerintahan sekarang.”

Neng Eem menambahkan, jika gairah ekonomi di Cianjur kembali naik, masalah sosial dan ekonomi bisa diredam, mulai dari banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI), pekerja di tempat hiburan malam, dan banyak lagi. Pasalnya, warga sudah diberi sarana untuk meningkatkan kondisi ekonomi.

“Masih lebih baikl kalau TKI-nya ini legal, tapi banyaknya malah yang ilegal. Ini yang kami khawatirkan kalau ekonomi terus melemah. Makanya kami mendorong agar segera dibangun jalur alternatif menuju Kota Santri, yakni Jalur Puncak II,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments