Intip Kiat Pemkab Untuk Majukan Sektor Pariwisata Cianjur

0
199

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur akan memadukan budaya tradisional dengan modern alam upaya pengembangan pariwisata. Hal itu dinilai mampu menjadi daya tarik lebih bagi wisatawan untuk datang ke Cianjur.

Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar mengatakan bahwa untuk mengoptimalkan upaya tersebut, Pemkab terus melakukan penataan dan perbaikan. Menurutnya, hal itu dapat menjadi dasar kuat untuk melakukan promosi lebih lanjut dengan skala yang lebih luas.

”Langkah pertama, kami ingin memunculkan objek wisata sebagai pusat peradaban warga Cianjur tanpa menghilangkan ciri dan rasa Cianjuran. Setelah itu, baru dilakukan penataan yang berkelanjutan.”

Menurutnya, menjaga kekhasan daerah yang orisinil dapat menjadi nilai tambah pariwisata. Pasalnya, pariwisata yang kental dengan budaya khas daerah asal dianggap lebih menjual dan memiliki daya tarik yang potensial untuk kawasan wisata.

Irvan mengatakan, tahun ini terdapat dua kawasan yang akan menjadi fokus utama pengembangan, yakni wisata Gunung Padang dan pertanian pandan wangi. Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki potensi yang besar dan terbukti telah mendapatakan respon yang baik dari skala lokal hingga internasional.

”Keduanya sedikit demi sedikit mendapat respon positif dari wisatawan luar dan dalam negeri. Itu perlu ditingkatkan, sehingga kalau respon semakin baik baru kita pindah dan garap objek wisata lain.”

Dalam proses penataan dan promosi, Pemkab Cianjur pun gencar berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk pengelolaan Gunung Padang. Terlebih Gunung Padang saat ini pun telah dikenal ke mancanegara dan menjadi salah satu ikon wisata Cianjur. “Selain kedua potensi wisata tersebut, terdapat sejumlah potensi lain yang ingin dikembangkan dalam waktu dekat. Wisata laut di selatan Cianjur siap digarap secara maksimal,” ‎tuturnya.

Irvan mengaku, uji coba pembangunan wisata laut akan dilakukan pada tahun 2018 mendatang. Menurutnya wisatawan luar daerah yang mulai mencari wisata air alternatif, diantaranya dari kawasan Bandung, Sukabumi, dan Garut. ”Pantai Cianjur akan mengunggulkan pasir besinya, ciri khas yang tidak dimiliki pantai wilayah lain. Kami optimis, itu bisa menjadi wisata baru yang unik,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur Yeyen Rohyanda mengungkapkan, saat ini Pemkab tengah menggencarkan promosi dan pengembangan 7 cluster wisata di Cianjur.

Proses pemetaan kawasan potensial yang telah rampung, akan digenjot dengan mengoptimalkan sarana prasarana. Akan tetapi, proses promosi pun akan didahului dengan penataan, pengolahan, dan pembangunan yang menyeluruh.

”Promosi bisa lebih efektif kalau kawasan wisata layak pandang, layak pasar, dan layak jual. Jangan membuat wisatawan atau pedagang kabur karena lokasi belum siap dikunjungi.”

Menurutnya, Dinas pun berupaya agar penataan dapat dilakukan secara bertahap dengan hasil yang maksimal. Yeyen memastikan, setiap cluster wisata memiliki penawaran berbeda-beda yang mampu memenuhi kebutuhan wisata secara umum.

“Meski nantinya terdiri dari sekian banyak jenis wisata, Pemkab tidak akan menghilangkan nilai tradisional daerah. Salah satu cara mewujudkannya, adalah dengan mengadakan kegiatan tradisi di titik wisata dalam waktu yang telah ditentukan secara rutin,” ucapnya. (isl)

Comments

comments