Gara-gara Hoax, Hidup Gelandangan Terancam

0
170

CIANJUR, patas.id – Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) mengharapkan warga Cianjur tidak terpancing isu hoax tentang penculikan, dimana Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) gelandangan menjadi modus pelaku sebagai penyamaran.

‎Ketua KSJ, Roy Anindityo, mengatakan bahwa maraknya beredar isu tersebut membuat para ODGJ khususnya OSGJ gelandangan menjadi terancam. Banyak warga yang langsung menilai ODGJ sebagai pelaku penculikan.

“Ini yang membuat kami khawatir, para ODGJ dipandang sebagai pelaku penculik dan mendapatkan perlakuan kasar dari warga. Padahal mereka tak salah apa-apa, namun tapi karena isu tersebut, mereka jadi sasaran.”

Menurutnya, para ODGJ seharusnya mendapatkan perlakuan yang baik dan penerimaan dari warga. Tapi karena oknum yang memanfaatkan ODGJ sebagai trik berbuat kriminal, ODGJ sesungguhnya menjadi korban.

“Beberapa kasus ODGJ dihakimi warga karena dianggap penculik yang menyamar. Bahkan di Cianjur, belum lama ini ada kejadian tersebut. Setelah ditangkap, keluarganya mencari berhasil menemukan dirinya sedang dikerumuni warga karena disangka pelaku penculikan,” tuturnya.

Menurut Roy, hal itu terjadi lantaran pemerintah kurang tanggap dengan masalah yang ada. Padahal jika bisa segera mencegah, para ODGJ bisa terhindar dari amukan warga lantaran dituduh penculik.

“Pertama pemerintah harus bisa menyosialisasikan perbedaan ODGJ khususnya gelandangan yang asli dengan yang menyamar. Kedua, polisi harus secepatnya mengungkap jaringan penculik agar ODGJ tak dimanfaatkan statusnya.”

Roy pun berharap warga lebih bijak dalam mencerna informasi, jangan sampai terprovokasi dan terhasut oleh isu yang muncul terkait penculik yang menyamar sebagai ODGJ.

“Kalaupun memang menemukan, lapor ke polii atau Pemdes. Jangan main hakim sendiri. Kalau salah tangkap, kasihan mereka, seharusnya dibantu agar sembuh, tapi malah dihajar karena diduga penculik. Makanya baik-baik dalam menyaring informasi, kalau belum pasti kebenarannya atau hoax, jangan disebarkan,” tuturnya. (isl)

Comments

comments