BNNK Cianjur Waspadai Peredaran Narkoba dalam Vape dan Permen Karet

0
206
537766265

CIANJUR, patas.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur ‎tengah melakukan penelusuran terkait informasi adanya narkoba dalam salah satu jenis likuid/cairan untuk rokok elektronik. Para pengguna rokok elektronik atau vaporizer/vape pun diimbau untuk waspada agar tak menjadi pengguna narkoba.

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik, mengatakan bahwa jenis narkotika terbaru di Indonesia adalah 4-Chloromethcathinone atau yang dikenal dengan 4-CMC. Namun, khusus di Indonesia, 4-CMC beredar dalam bentuk cair berwarna biru dengan kemasan jual bernama Blue Safir atau Snow White, yang bisa diubah dalam bentuk serbuk, dicampur minuman dan likuid rokok elektrik atau vape.

“Kami koordinasi dengan BNNK Bandung, di sana sudah ditemukan likuid yang mengandung narkoba. Ini perlu diantisipasi.”

Menurut Hendrik, yang dikhawatirkan adalah beredarnya vaporizer mengandung narkoba di kalangan perokok elektrik yang tak tahu bahwa likuid vape mereka mengandung zat berbahaya. “Yang kami khawatirkan, mereka yang tidak tahu jadi ketagihan. Bukan ketagihan rokok elektrik, tapi kandungan narkoba di dalam likuidnya.”

Setelah mendapatkan informasi terkait vaporizer yang mengandung narkoba, Hendrik mengaku pihaknya sudah melakukan penelusuran ke setiap penjual likuid vaporizer. Namun tidak ditemukan adanya likuid yang mengandung narkoba.

“Sudah kami uji juga beberapa sampel, tapi tidak ditemukan. Namun kami akan terus kembangkan supaya mempersempit ruang gerak penjual likuid vaporizer yang mengandung bahan berbahaya tersebut.”

Selain likuid vaporizer, ada trik lain yang digunakan untuk penyebaran narkoba. Salah satunya ialah permen karet yang mulai ditemukan di wilayah Sumatra. “Kami juga dapat informasi jika ada jenis permen yang diproduksi oleh Malaysia dan mengandung narkoba. Sedang ditelusuri juga. Jangan sampai mereka yang tidak tahu malah menjadi pengguna,” papar Hendrik.

Sementara itu dilansir detik.com, jajaran Polres Metro Jakarta Selatan telah menangkap seorang pengedar cairan rokok elektronik yang mengandung zat narkoba jenis ganja di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (17 Maret 2017).

Berdasarkan pemeriksaan, setiap botol likuid vaporizer dijual pelaku dengan harga ratusan ribu. Pelaku mengedarkan cairan rokok elektronik rasa ganja ini secara online. Menurut Kasat Narkoba Polres Jaksel Kompol Vivick Tjangkung, cara pemakaiannya likuid tersebut sama dengan menggunakan vape biasa. Namun, efek yang dirasakan oleh pengisap vape tersebut sama dengan efek narkoba jenis ganja.

“Ini dilakukan oleh beberapa kalangan pemuda untuk memakai dengan cara teteskan di bagian dalam, sesuai dengan keinginan pengguna, lalu langsung diisap seperti isapan rokok,” paparnya. (isl)

Comments

comments