Belasan Kendaraan Dinas Pemkab Terjaring Operasi Simpatik Lodaya

0
200

CIANJUR, patas.id – Satlantas Polres Cianjur mengamankan belasan kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam penyelenggaraan hari terakhir Operasi Simpatik Lodaya 2017, Selasa (21 Maret 2017). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tindak pencurian dengan menyamarkan kendaraan menggunakan plat merah.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Erik Bangun Prakasa, mengatakan bahwa hingga Selasa (21 Maret 2017) siang, ada 2 mobil dan sembilan sepeda motor yang diamankan di Mapolres Cianjur. Namun jumlahnya akan bertambah seiring pelaksanaan hingga sore harinya.

“Masih berlanjut penindakan pelanggaran, sampai siang ini baru segitu. Tapi kemungkinan bertambah, namun belum bisa menyebutkan jumlahnya sebab menunggu laporan dari petugas. Soalnya selain plat merah, kami harus menjumlah dengan kendaraan pribadi yang kena tilang selama Ops Lodaya.”

Menurutnya, kendaraan yang diamankan tersebut dikarenakn pengendaranya tidak dapat menunjukan surat-surat kendaraan, mulai dari SIM sampai STNK. “Kebanyakan yang tidak bisa menunjukan STNK, sementara itu kan identitas resmi kepemilikan kendaraan bermotor, makanya kami amankan,” tuturnya.

Erik mengatakan, hal itu juga dilakukan untuk mengantisipasi tindak pencurian kendaraan bermotor di Cianjur. Dikhawatirkan para pelaku pencurian menggunakan plat merah pada kendaraan curiannya untuk menghindari pemeriksaan petugas.

“Plat merah ini kan dianggapnya tidak pernah kena razia, makanya kami juga periksa untuk antisipasi modus pencurian seperti itu. Apalagi ketika para pengendara tidak bisa menunjukan surat-surat kendaraanya.”

Jika memang bisa menunjukan surat kendaraan, lanjut Erik, pihaknya menyayangkan perilaku berkendara dari pegawai pemerintahan. Pasalnya mereka tidak menunjukan sikap patuh pada aturan, mulai dari tidak bisa menunjukan surat-surat berkendara hingga pelanggaran lainnya.

“Harusnya instansi pemerintah memberikan contoh yang baik, tertib berlalu lintas. Bagaimana mau melakukan penertiban sesuai aturan jika mereka sendiri tidak taat aturan? Apalagi mereka menggunakan fasiltias negara. Kami harap ada introspeksi diri agar berkendara sesuai aturan dan memberi contoh bagi warga Cianjur.”

Di sisi lain, Erik menambahkan, selama operasi simpatik Lodaya 2017, ribuan pengendara ditilang lantaran melakukan beberapa pelanggaran, seperti pelanggar rambu lalulintas dan melebihi batas kecepatan maksimal. “Pelanggar lalu lintas di Cianjur didominasi usia produktif, namun ada juga pengendara di bawah umur yang sudah mengendarai kendaraan. Padahal sebelum usia 17 tahun dan belum memiliki SIM, tidak boleh mengendarai kendaraan,” paparnya.

Dengan digelarnya Operasi Simpatik Lodaya, Erik berharap bisa menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya korban jiwa dari peritiwa kecelakan tersebut. “Tahun lalu jumlah kecelakaan menurun 20 persen dari 2015. Tentu diharapkan ke depannya bisa terus menurun dengan lebih seringnnya dilakukan imbauan, tindakan, dan upaya lainnya,” kata dia. (isl)

Comments

comments