Tahun Ini Turun 3,7 Juta Kilogram, Cianjur Tetap Jadi Penerima Jatah Rastra Terbanyak

0
243
DISTRIBUSI RASKIN

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur menyatakan jumlah penerimaan beras untuk rakyat sejahtera (Rastra) bagi Cianjur harus sudah dikurangi, sebab jumlah warga miskin tidak sebanyak data penerima Rastra. Namun jika hal itu dilakukan, Pemkab khawatir ada protes dari warga yang biasa menerima Rastra.

“Baiknya jumlah turun, tidak tinggi segitu. Soalnya jika turun menandakan Cianjur makin sejahtera. Tapi pasti nanti muncul protes dari warga yang biasa menerima Rastra,” ujar Asda II Setda Kabupaten Cianjur, Yanto Hartono.

Berdasarkan data dari Perum BULOG Subdivre Cianjur, pada 2016 lalu, pagu Rastra untuk Kota Santri mencapai 37.991.880 kilogram untuk 211.066 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM). Sementara itu, di tahun ini Cianjur mendapatkan pagu sebanyak 34.192.620 kilogram untuk 189.959 RTS-PM.

Melihat jumlah tersebut, terdapat penurunan sebanyak 3.799.260 kilogram dan 21.107 RTS-PM. Tapi Cianjur tetap jadi penerima Rastra terbanyak, tidak hanya di Jawa Barat, namun juga di Indonesia. Bahkan Kabupaten Sukabumi yang memiliki 47 Kecamatan dan 386 Desa/Kelurahan hanya mendapat 2,7 juta kilogram Rastra per bulan, sementara Cianjur dengan 32 Kecamatan dan 360 Desa/Keluarahan dapat 2.849.358 kilogram per bulan.

BACA: BULOG Distribusikan Beras Rastra Untuk Jatah Januari-Maret 2017

Meski jumlah pagu Rastra tidak menandakan Cianjur sebagai daerah termiskin, namun Yanto mengakui pandangan orang terkait ‎hal itu menjadi negatif.

“Makanya akan diklarifikasi datanya. Mungkin saja ada penurunan. Ini juga data kan dari Provinsi, Cianjur diberi kuota sekian. Ya, Pemkab hanya menerima dan tak menjadikan Cianjur jadi daerah miskin.”

Yanto menambahkan, mental warga Cianjur yang masih tergantung pada bantuan dikhawatirkan menyebabkan timbulnya gejolak ketika jatah Rastra diturunkan. Perlu ada penguatan mental supaya penurunan Rastra berdasarkan data tidak menjadi bumerang bagi Pemkab.

Kan masih banyak yang bermental mendapatkan bantuan. Ini yang perlu diubah. Makanya melalui agenda saba lembur kami juga bangun karakter dan mental, bukan hanya bangun fisik infrastruktur,” tutupnya.(isl)

Comments

comments