Minum Teh Secara Teratur Bisa Mengurangi Potensi Alzheimer dan Demensia

0
140

PATAS.ID – Satu cangkir teh sehari bisa mencegah kepikunan saat kita tua nanti. Begitulah hasil sebuah penelitian yang dilakukan oleh Profesor Feng Lei dari Jurusan Kesehatan Psikologis di Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Singapura (NUS) Yong Loo Lin.

Menuruy hasil penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition, Health and Aging tersebut, meminum teh satu gelas sehari bisa mengurangi resiko kepikunan hingga 50% dan menurunkan potensi genetis Alzheimer hingga 86%. Yang mengejutkan, potensi penyembuhan ini berlaku bagi segala jenis teh yang biasa kita konsumsi.

Penyakit Alzheimer yang merupakan salah satu bentuk turunan dari Demensia atau kepikunan sering kali didiagnosa setelah seseorang mengalami gejala-gejala seperti mudah lupa, sulit mengingat waktu, lupa dimana menyimpan benda-benda, atau kesulitan menerima informasi baru. Sejauh ini, para pakar kesehatan menyatakan bahwa Alzheimer dan Demensia tak bisa diobati.

Penelitian yang dilakukan Feng Lei dilakukan dengan meneliti 957 orang tua di Cina yang berusia di atas 55 tahun. Dari sana diketahui bahwa mengonsumsi teh secara rutin bisa menurunkan potensi terkena Alzheimer dan Demensia sekitar 50%. Bahkan, resiko terkena penyakit Alzheimer bagi pemilik gen APOE e4 pembawa penyakit Alzheimer pun bisa dikurangi hingga 86% hanya dengan mengonsumsi secangkir teh sehari.

Professor Feng mengatakan bahwa meskipun penelitian tersebut dilakukan di Cina, namun hasil penelitian berlaku bagi semua orang di seluruh dunia. “Penemuan kami memiliki impilikasi penting bagi pencegahan demensia,” ujarnya seraya menambahkan bahwa meskipun telah banyak obat-obatan kimia beredar di pasaran, namun sejauh ini belum ada produk yang benar-benar bisa membantu penderita Alzheimer dan Demensia. Teh, sebaliknya, mudah didapat di seluruh dunia.

“Teh merupakan minuman yang dikenal secara luas. Data dari penelitian kami membuktikan bahwa gaya hidup murah dan sederhana seperti meminum teh ternyata mengurangi resiko orang tua dari penyakit yang berupa kelainan neurokognitif karena senyawa-senyawa dalam teh mengandung zat anti radang yang bisa melindungi otak.”

Meski begitu, Feng mengatakan bahwa elemen mekanisme biologis dalam penelitiannya masih kurang hingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar pertanyaan mengenai pengaruh teh secara definitif terhadap otak bisa dijawab. (cho)

Comments

comments