Awwww… Delapan Camat Disurati Inspektorat Daerah

0
193

CIANJUR, patas.id – Inspektorat Daerah (Itda) Kabupaten Cianjur mengeluarkan surat peringatan kepada delapan kecamatan yang tidak mengindahkan peringatan Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman untuk melaporkan ‎data jumlah toko modern di wilayahnya.

Inspektur Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur, Agus Indra, mengatakan bahwa Wakil Bupati Cianjur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) telah mengeluarkan dua kali surat peringatan, namun masih ada Camat yang belum menindaklanjuti surat tersebut.

Kan sudah diimbau sejak 2016 untuk melaporkan data jumlah minimarket, tapi masih ada delapan yang tidak melaporkan. Makanya sekarang kami yang keluarkan surat peringatan,” ujar Agus saat ditemui di Pendopo Cianjur, Senin (20 Maret 2017).

Berdasarkan data yang diperoleh, delapan kecamatan yang belum memberikan laporan ialah Kecamatan Campaka, Cidaun, Cikadu, Haurwangi, Kadupandak, Leles, Mande, dan Sukaluyu. “Itu data yang diperoleh dari Dinas, kami tindak lanjuti dengan mengirimkan surat peringatan ke sana,” ujarnya.

Menurut Agus, Camat yang tidak kunjung melaporkan bakal dikenakan sanksi. Namun sebelum keluar sanksi, dia berharap agar Camat bisa kooperatif dan memberikan laporan, terlebih data tersebut merupakan permintaan dari pimpinan daerah.

Pasti dikenakan sanksi. Jenis sanksinya apa nanti dikaji lagi. Tapi kami harap mereka sesegera mungkin memberikan laporan, sebelum sanksi diberikan.”

Seperti yang diketahui, DPM-PTSP Kabupaten Cianjur tengah melakukan pendataan dan pemeriksaan izin toko modern. Dari 162 toko modern yang terdata, dan sekitar 80 toko modern yang diperiksa izinnya, 9 minimarket diketahui tak berizin.

BACA: 9 Minimarket Tak Berizin Dipasangi Segel Dalam Pengawasan

Kepala Bidang Data Sistem Informasi DPM-PTSP Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh, mengatakan bahwa pihaknya menduga masih banyak toko modern tak berizin yang menyebar di Cianjur dan belum masuk dalam data. Jarak yang jauh serta lokasi yang berada di pedalaman membuat pengawasan dan pendataan menjadi sulit.

“Kemungkinan banyak toko modern yang tidak terdata, soalnya ketika saya ke selatan dalam agenda Saba Lembur, ditemukan toko modern baru yang pada data di kami belum masuk. Jumlah toko modern di Cianjur mungkin lebih dari 162 toko. Makanya, agenda pemeriksaan izin ini juga menjadi agenda pendataan yang nantinya dilaporkan ke Pimpinan. Kami mengharapkan data dari Kecamatan juga segera diberikan agar bisa dilihat di setiap daerah berapa banyak, dan disesuaikan dengan data yang ada,” tuturnya. (isl)

Comments

comments