Tujuh Pilar Budaya dan Sejarah Cianjur Akan Masuk Mulok

0
674

CIANJUR, patas.id – Tujuh pilar budaya Cianjur dan sejarah Kabupaten Cianjur bakal masuk dalam muatan lokal di setiap sekolah. Hal itu dilakukan untuk menanamkan kecintaan dan melestarikan budaya Cianjur kepada siswa.

Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengakui bahwa pengenalan sejarah dan penanaman budaya pada generasi muda masih minim. Akibatnya banyak anak-anak dan remaja di Cianjur tidak tahu sejarah daerahnya sendiri, tutur Herman, Jumat (17 Maret 2017).

“Bangsa yang hebat adalah bangsa yang mengenali sejarahnya. Bagaimana mau jadi hebat kalau sejarah daerah sendiri tidak tahu? Bagaimana mau cinta dan membanggakan kalau nilai kebanggaan dari leluhurnya tidak tahu?”

Menurut Herman, budaya yang akan diterapkan kepada siswa dan kalangan remaja adalah tujuh pilar budaya yang sekarang disosialisasikan oleh Pemkab Cianjur, sementara pengenalan sejarah Cianjur akan dilakukan dengan menggali lagi fakta sejarah Cianjur sampai sebelum datangnya Arya Wiratanu I (Dalem Cikundul).

“Jadi dalam waktu dekat kami akan jadikan 7 pilar budaya mulai dari Ngaos, Mamaos, Maenpo, Tanginas, dan lainnya akan jadi muatan lokal. Termasuk sejarah, sekarang kan sedang digali sejarah Cianjur sebelum adanya Dalem Cikundul, seperti Jampang Manggung, Agrabinta, dan lainnya,” ucap dia.

Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan Cianjur, Ujang Awaludin, menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan usulan kepada Dinas Pendidikan untuk memasukan 7 pilar budaya dan sejarah Cianjur dalam muatan lokal. “Sekarang kan siswa lebih mengenal budaya dan sejarah nasional, tapi sejarah daerahnya juga harus tahu. Makanya didorong agar masuk dalam muatan lokal,” ucapnya.

Rencananya, lanjut dia, muatan lokal tersebut akan diterapkan di SD dan SMP di tahun ajaran baru. “Untuk SMA/SMK sekarang jadi kewenangan provinsi, jadi kami hanya terapkan di SD dan SMP. Insyaallah di tahun ajaran baru 2017, paling lambat tahun depan,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments