Menyentuh, Reaksi Orang Tua Korban Penculikan Saat Lihat Anaknya Pulang

0
194

CIANJUR, patas.id – Keluarga korban penculikan ‎oleh pasangan suami-istri di Cidaun menangis histeris begitu anaknya ditemukan dan bisa kembali pulang. Kejadian ini pun menjadi pelajaran bagi orangtua dari ketiga korban agar tak lagi menelantarkan anaknya.

“Orangtua dari Dadan (10 tahun) mengalami gangguan ingatan, tapi begitu bertemu anaknya langsung dipeluk sambil menangis. Kebetulan aya sendiri yang membawa keponakan saya (Dadan) bersama dua korban lainnya pulang,” ujar Dicky Rama (36 tahun), paman Dadan.

Menurut Dicky, Kili (47 tahun) dan Popon (46 tahun), orang tua Dadan, nampak senang bercampur sedih melihat anaknya bisa kembali pulang, setelah beberapa hari hilang dan diketahui diculik oleh WW (30 tahun) dan H (45 tahun) yang mengaku sebagai kerabat orangtua korban untuk bisa menculik.

“Untungnya Dadan ini dikenal oleh para sopir elf di Sindangbarang dan Cidaun karena rumahnya berada di dekat pasar, jadi suka nongkrong. Makanya ketika diculik dan terlihat sopir, langsung bisa ditolong, pelaku juga bisa ditangkap.”

Dicky mengungkapkan, ketiga korban bisa menjadi target penculikan lantaran perhatian dari orangtua yang kurang. Dadan sering ditinggal ayahnya mulung dan kurang diperhatikan ibunya, sementara korban lainnya ada yang tinggal bersama neneknya lantaran orangtuanya menjadi TKI.

“Memang mereka bisa dikatakan kurang terperhatikan, mungkin bisa disebut terlantar juga. Makanya ketika diiming-imingi jajan dan main, mau saja.”

Dicky berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi saudaranya agar lebih memperhatikan anak-anak ketika bermain atau tidak berada di dalam rumah. “Sejak kemarin juga dilarang ke luar rumah, mungkin masih khawatir anaknya jadi korban penculikan lagi,” ucapnya. (isl)

Comments

comments