Apa yang Harus Diajarkan Pada Anak Untuk Menghindari Penculikan

0
200

PATAS.ID – Kebanyakan orang tua di luar negeri, dan sebagian di Indonesia, memberikan larangan “Jangan bicara dengan orang asing atau orang tak dikenal” pada anak-anak mereka. Larangan tersebut baik, namun kurang tepat sasaran, terutama dalam kondisi darurat. Jika anak tersesat, misalnya, bagaimana mereka menanyakan arah jika dilarang bicara pada orang tak dikenal?

Jadi, ketimbang menerapkan larangan “jangan bicara pada orang tak dikenal”, sebaiknya kita mengajarkan dan memberikan pengertian kepada anak tentang KAPAN mereka diperbolehkan bicara pada orang tak dikenal, dan kapan tidak.

  • Jika anak kita sedang bersama kita, mereka diperbolehkan mengucapkan salam atau bicara dengan orang yang pertama kali ditemuinya. Namun jika mereka sendirian, lain lagi ceritanya. Berikan nasehat bahwa jika ada seorang menawari naik kendaraan, memberikan hadiah (permen, mainan atau cokelat), minta bantuan mencari sesuatu (misalnya kucing) atau mengajak pergi ke tempat bermain, maka mereka harus segera berteriak “GAK MAU!” dan pergi dari tempat tersebut. Teriakan seorang anak akan menarik perhatian orang-orang di sekeliling sehingga pelaku kejahatan takkan berani mengejar.
  • Jika ada orang asing yang mencoba melakukan hal-hal di atas, nasehati anak kita agar segera melaporkan kejadian tersebut pada orang dewasa yang mereka percaya seperti guru, pengasuh, atau kita sebagai orang tua.
  • Hal yang sama berlaku untuk rahasia, ancaman, dan sentuhan. Jika seseorang (baik orang dekat maupun orang asing) meminta anak kita untuk menyimpan rahasia, mengancam, atau mencoba menyentuh bagian tubuh tertentu dari anak atau meminta anak menyentuh bagian tertentu tubuh mereka, minta anak kita untuk segera melaporkannya.
  • Kebanyakan anak takut pada orang asing yang bertampang jahat atau galak dan pada orang yang penampilannya seperti pengemis dan gelandangan. Perlu diketahui, kebanyakan penculik berwajah dan berpenampilan normal karena mereka harus nampak ramah dan baik sehingga bisa menarik simpati anak. Oleh karena itu, berikan pemahaman agar anak menilai seseorang berdasar PERILAKU/TINDAKAN, bukan dari PENAMPILAN. Dengan kata lain, orang yang nampak cantik/tampan pun bisa jadi orang jahat.
  • Dorong anak untuk percaya pada intuisinya sendiri. Jika anak merasakan sesuatu yang tidak benar, tidak wajar, atau tidak nyaman, mereka diperbolehkan segera pergi.
  • Dalam keadaan darurat saat anak sedang sendirian tanpa pengawasan kita dan membutuhkan bantuan, minta mereka mendatangi orang-orang yang memakai seragam terlebih dahulu seperti polisi, suster, pegawai toko, Satpam, dan lain sebagainya. Jika tak ada orang berseragam, minta bantuan pada nenek-nenek, ibu-ibu, atau perempuan yang membawa anak. Namun ingatkan mereka untuk tetap percaya pada intuisi. Jika orang asing (meskipun berseragam) yang dimintai tolong nampak mencurigakan, segeralah menjauh dan cari orang lain.
  • Kita tak mungkin bersama anak kita 24 jam sehari. Oleh karena itu, nasehati dan beri pengertian pada anak-anak kita tentang perilaku yang pantas atau tidak, melewati batas atau tidak, sehingga mereka bisa menjaga keselamatan diri mereka sedini mungkin. (cho)

    Comments

    comments