Adakah Hubungan Antara Kasus Penculikan Cidaun dengan Isu Penjualan Organ?

0
200

CIANJUR, patas.id – Polres Cianjur masih mendalami kasus penculikan tiga anak asal Cidaun oleh pasangan suami istri WW (30 tahun) dan H (45 tahun). Namun Polres membantah munculnya dugaan bahwa kasus ini membuktikan maraknya penculikan anak seperti yang beredar belakangan.

Kapolres Cianjur AKBP Arif Budiman melalui Kabagops Kompol Hilman saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (14 Maret 2017), mengatakan bahwa setelah ditangkap oleh warga, Senin (13 Maret 2017) kemarin, keduanya pelaku langsung dibawa ke Mapolres Cianjur untuk ditindaklanjuti.

“Masih dalam tahap pemeriksaan. Motif dan tujuannya nanti anak-anak tersebut mau dibagaimanakan masih belum pasti. Nanti kalau sudah ada hasilnya pasti diinformasikan.”

Namun dia menegaskan jika kasus ini tidak membuktikan atau tidak ada kaitannya dengan isu yang beredar mengenai maraknya penculikan untuk penjualan organ, termasuk di Cianjur. Menurutnya, kejadian ini hanya kebetulan muncul saat isu hoax itu beredar.

“Kalau marak pasti sudah ada beberpa laporan, ini kan baru satu. Jadi tidak benar kalau yang di isu penculikan. Itu hoax.”

Meski begitu, lanjut dia, warga harus tetap berhati-hati. Aksi kriminalitas terjadi ketika ada kesempatan, bukan karena ada niat. “Ketika ada kesempatan dimana orangtuanya membiarkan anak bermain tanpa pengawasan, maka pelaku bisa melakukan aksi kriminalitas seperti penculikan. Makanya harus berhati-hati dan lindungi anak-anak, jangan dibiarkan keluyuran apalagi di bawah umur,” ucapnya.

BACA: Ini Kronologi Aksi Sepasang Penculik Asal Cidaun

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri asal Kecamatan Cidaun ditangkap lantaran menculik tiga anak, Senin (13 Maret 2017) petang. Diduga ketiga anak tersebut akan dibawa ke luar kota untuk dipekerjakan sebagai anak jalanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun patas.id, kedua pelaku berinisial WW (30 tahun) dan H (45 tahun) merupakan pasangan suami istri yang tinggal di Desa Sukapura Kecamatan Cidaun, yakni kampung H (Suami).

“Istrinya asli orang Garut, sementara suaminya orang Cidaun,” ujar Dhea Mulyana (45 tahun), salah seorang warga yang ikut mengamankan pelaku saat dihubungi melalui telepon seluler. Dhea menjelaskan, penculikan itu bermula ketika D (10 tahun), DD (6 tahun), HE (5 tahun) yang tinggal di Desa Kertajadi Kecamatan Cidaun sedang bermain bersama, Minggu (12 Maret 2017). Tiba-tiba kedua pelaku menghampiri korban dan mengajak ketiga korban bermain ke pantai kemudian diculik. (isl)

Comments

comments