Banyak yang Tak Rela Hewan Air Lucu ini Jadi Peliharaan

0
283
Axolotl (Siredon mexicanum), leucistic. A leucistic creature can be differentiated from an albino because it's eyes are not red

PATAS.ID – Axolotl atau ajolote (dibaca aholote, red), adalah sejenis salamander atau ikan berjalan dari Meksiko. Namun meskipun disebut ikan, ajolote sebenarnya adalah sejenis amfibi yang memiliki keunikan luar biasa, yakni bisa menumbuhkan anggota tubuhnya kembali. Untuk bisa bertahan hidup, hewan yang seringkali terlihat sedang tersenyum ini harus tinggal di dalam air bersuhu tak lebih dari 16°-18° Celcius.

Ajolote awalnya banyak ditemui di danau-danau Meksiko seperti Danau Xochimilco dan Danau Chalco. Namun, populasi ajolote di Danau Chalco telah hampir punah karena danau tersebut sempat dikeringkan untuk menghindari banjir.

Berdasarkan penemuan para ilmuwan, ajolote diketahui memiliki gen warna yang berbeda. Jenis ajolote liar biasanya berwarna cokelat atau gelap dengan bintik-bintik emas, sedangkan jenis mutasi memiliki warna merah muda dengan dengan mata hitam, albino dengan warna mata emas, abu-abu dengan warna mata hitam, serta hitam tanpa bercak emas.

Di Meksiko, hewan ini sering dijadikan santapan. Namun, seiring dengan menurunnya populasi ajolotes karena banyaknya binatang pemangsa, hewan lucu ini belakangan banyak dipelihar dalam akuarium. Menurut penjual ajolotes, hewan ini sangat sensitif terhadap air ledeng, suhu panas, ikan yang lebih besar, serta sering memakan batu-batuan. Oleh karena itu, pemilik ajolotes harus menghamparkan pasir lembut di dasar akuarium yang takkan merusak pencernaan peliharaannya.

Namun meskipun tren memelihara binatang lucu ini makin meningkat, muncul penolakan dari berbagai pihak, terutama karena hewan lucu ini semakin berkurang jumlahnya. Salah pemeliharaan bisa menyebabkan kematian sehingga ajolote dikhawatirkan punah dalam waktu dekat.

Xime Penilla, salah seorang mahasiswa di Instituto Tialpan, Meksiko, memohon agar ajolotes jangan dijadikan peliharaan. “Kumohon, jangan membeli axolotl. Mereka membutuhkan perawatan dan lingkungan khusus. Di sini di Meksiko, beberapa universitas tengah berusaha mencegah kepunahannya. Mereka bukan hewan peliharaan, bahkan di jaman Aztec, mereka dianggap dewa,” tuturnya. (cho)

Comments

comments