Video Penganiayaan “AMS 212 Dibantai Sama AMS 37” Menjadi Viral

0
251

CIANJUR, patas.id – Video penganiayaan beberapa orang pelajar oleh siswa SMK Siliwangi AMS Cilaku menggunakan senjata tajam menjadi viral setelah diunggah di media sosial beberapa hari lalu.

Dalam video tersebut tampak tiga orang siswa (belum diketahui identitas siswa dan sekolah) nampak berjongkok ketakutan dengan latar belakang rumah bambu dan kebun. Ketiganya berusaha terdiam agar tidak menjadi sasaran dari siswa SMK AMS yang berdiri di hadapan mereka, membawa senjata tajam berbentuk golok panjang berujung melengkung seperti clurit.

Pada detik ke-23 dari total durasi video selama 50 detik tersebut, salah seorang siswa memakai pakaian merah ber‎tuliskan nama SMK AMS Cilaku terlihat memukulkan senjatanya ke arah tangan siswa yang memakai sweater hitam, kemudian memukulkannya juga ke arah kepala siswa yang memakai rompi jeans.

Namun ketika senjata tersebut tersebut ditancapkan ke arah siswa berompi jeans, pelaku penganiayaan itu kecolongan. Siswa yang mengenakan rompi jeans langsung lari ketika disabet dan berhasil kabur. Meskipun sempat dikejar tapi korban tidak tertangkap kembali.

Tidak jelas apa yang terjadi pada siswa lainnya, sebab video berdurasi 50 detik itu hanya menunjukkan adegan hingga pengejaran siswa yang kabur. Perekam video yang nampaknya perempuan, mengikuti pengejaran sambil berjalan pelan dan tertawa.

‎Setelah diunggah, banyak komentar atas terjadinya penganiayaan tersebut. Kebanyakan memberikan kritikan negatif dan mendorong agar para siswa di video tersebut ditangkap. Pemilik akun Farhan Fauzi, misalnya, berkomentar agar pelaku tak sok jagoan.

“Lah, tong sok ngajarago lah ari duit menta keneh ti kolot mah nanahaon. Era atuh Bos, geus lain main fisik zaman ayeuna mah tapi make otak!”

Video Youtube tersebut diunggah oleh pemilik akun Asnan Gunadi pada 13 Januari 2017 lalu, namun baru menjadi viral belakangan, justru setelah muncul setelah deklarasi antitawuran di SMK AMS, Senin (27 Februari 2017) lalu.

BACA: Apa Isi Kesepakatan Bersama Anti Tawuran?

Dalam deklarasi tersebut, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan bahwa penekanan aksi tawuran dilakukan secara eksternal dan internal, kesepakatan Cianjur antitawuran pun sudah dipahami bersama.

“Jadi sudah disetujui, siswa yang tawuran akan dikeluarkan dan tidak diterima disekolah manapun di Cianjur. Pilihannya ya silakan ke kota lain.”

Menurut Herman, mereka yang hanya ikut-ikutan atau disuruh oleh seniornya bakal menjalani rehabilitasi sosial selama satu sampai dua tahun. Pemutusan rantai tawuran pun akan dilakukan supaya tidak berkepanjangan. “Memang ada senioritas, mereka ikut karena dipaksa atau disuruh seniornya. Makanya akankami coba putus mata rantainya. Pihak sekolah pun didorong untuk kooperatif supaya pencegahan tawuran bisa maksimal,” ujarnya saat itu.‎ (isl)

Comments

comments