8 Kondisi Suami/Istri yang Cenderung Berselingkuh

0
173

PATAS.ID – Orang-orang yang berselingkuh ada di sekitar kita, baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Fakta mengenai perselingkuhan pun telah lama menjadi bahan studi para psikolog dan pakar kejiwaan. Namun, kondisi suami/istri macam apa yang membuat mereka memiliki potensi atau kecenderungan berselingkuh? Ini dia menurut para pakar, boleh percaya atau tidak:

Narsis. Menurut buku “Sexual Narcissism and Infidelity in Early Marriage” karya James K McNulty, orang-orang yang memiliki tingkat narsisme tinggi menganggap bahwa berselingkuh merupakan salah satu cara untuk membuktikan bahwa mereka menarik, cantik-tampan, dan layak dipuja banyak orang. Tak cukup hanya memiliki pasangan yang terikat dalam pernikahan, mereka juga merasa harus memiliki “penggemar” yang akan menghamburkan kata-kata cinta dan pujian untuk dirinya.

Punya orang tua peselingkuh. Anak yang mengetahui perselingkuhan orang tuanya akan cenderung menganggap bahwa perselingkuhan diperbolehkan. Oleh karena itu keteladanan orang tua, menurut Peter Bockman dalam buku “Evolutionary Psychology”, merupakan kunci penting dalam membentuk karakter anak.

Memiliki gen selingkuh. Meskipun masih hasilnya masih dipertentangkan, namun beberapa studi menunjukkan bahwa mereka yang memiliki hormon D4 Receptor atau gen DRD4 akan cenderung berselingkuh karena menyukai resiko dan tantangan seperti halnya penjudi yang ketagihan bertaruh atau alkoholik yang sulit mengatakan “tidak” saat ditawari minuman.

Lelaki berzakar besar. Tim Samuels, penulis “Who Stole My Spear?”, mengungkapkan bahwa hewan primata yang memiliki zakar besar seperti simpanse cenderung memiliki dorongan seks besar dan memiliki banyak pasangan dibanding primata bertestis kecil seperti gabon. Meskipun itu hanya terjadi di dunia binatang, tutur Samuels, namun di dunia manusia takkan jauh berbeda.

Tak nyaman dengan pasangan. Ketidakcocokan dalam rumah tangga bisa menyebabkan ketidaknyamanan saat berduaan. Pertengkaran, rasa lelah, atau kebosanan bisa membuat suami/istri mencari calon yang lebih potensial untuk berbagi momen-momen romantis.

Suka pura-pura orgasme. Menurut buku “Female Fake Orgasm as Evolved Signal” karya Ryan M Ellsworth, mayoritas perempuan memalsukan orgasme untuk menyenangkan pasangannya. Namun memalsukan orgasme terus-terusan bisa membuat perempuan berpikir untuk mencari lelaki yang tak harus membuatnya berakting di atas ranjang.

Lelaki bersuara berat/dalam. Banyak perempuan yang menyukai lelaki yang bersuara berat atau dalam seperti penyiar radio, pembawa acara atau aktor-aktor. Tak heran jika lelaki-lelaki bersuara dalam/berat banyak memiliki penggemar dan akibatnya, sangat sulit mengindarkan diri dari perselingkuhan. Memiliki suara yang berat bagi lelaki sama halnya dengan memiliki kekayaan.

Memiliki suami berpenis besar. Meskipun ada anggapan bahwa ukuran penis besar bisa memuaskan pasangan, namun faktanya banyak istri yang berselingkuh dari suami berpenis besar. Menurut Peter Bockman dalam buku “Evolutionary Psychology”, perempuan seringkali justru mencari “kesederhanaan” agar dominasi seksualnya diakui. (cho)

Comments

comments