Rotasi AKD Belum Dapatkan Titik Temu, Apa Kata Fraksi-fraksi?

0
158

CIANJUR, patas.id – Rotasi Alat Kelengkapan DPRD (AKD) Kabupaten Cianjur akan ditetapkan besok, Rabu (1 Maret 2017) . Namun, penempatan posisi masih belum jelas, sebab musyawarah antarfraksi partai belum mendapatkan titik temu.

Untuk diketahui, kemarin (27 Februari 2017) pimpinan fraksi mengelar rapat pimpinan di ruang Ketua DPRD Kabupaten Cianjur. Karena belum menghasilkan kesepakatan, rapat pun rencananya dilanjutkan hari ini.

Ketua Fraksi PKS, Wilman Singawinata, menyebutkan sebelum menentukan keputusan, pimpinan fraksi di DPRD Kabupaten Cianjur biasanya menggelar tahapan musyawarah untuk menentukan komposisi Dewan nantinya.

“Rapat Pimpinan (Rapim) sudah dilakukan, tapi belum ada kesepakatan. Pasalnya salah satu partai belum menentukan sikap, jadinya berpengaruh ke hasilnya.”

Menurutnya, rotasi AKD merupakan amanat dari tata tertib, dimana pada 2,5 tahun masa jabatan harus dilakukan rotasi secara menyeluruh.

“Inilah politik, ada dinamikanya. Ya, kami pastikan AKD akan tetap. Mau tidak mau kan sudah ada dalam Tatib, jadi harus dilaksanakan tanpa banyak pertimbangan. Kami sudah menyiapkan susunannya, tapi nanti dibahas lagi bersama fraksi lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan aturan, penempatan jabatan di AKD harus menempuh jalur voting, tetapi ada musyawarah yang dilakukan supaya prosesnya tak memakan waktu.

“Hari Rabu baru pengumuman usulan AKD dari fraksi. Bila hingga akhir masih ada yang belum menentukan sikap, pemilihan dilanjutkan walaupun bisa aklamasi atau voting.”

Ketua Fraksi Gerakan Pembangunan Nasional (GPN), Sahli Saidi, menyebutkan bahwa fraksinya telah siap dengan AKD yang sudah menjadi keharusan dilaksanakan pada saat ini. “Kami siap, dan tidak ada yang harus dipertimbangkan lagi kan sudah sesuai semuanya,” jelasnya.

Fraksi GPN menilai perundingan yang dilakukan oleh seluruh ketua fraksi dan pimpinan tersebut bertujuan baik dalam pembahasan kesiapan AKD. Namun pihaknya menyayangkan belum adanya kesepakatan politik yang didapatkan dari komunikasi potilitik yang dilakukan. “Tujuannya bagus, namun belum ada hasil, tapi nanti tidak akan menggangu jalannya AKD,” tegas Sahli.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar, Atep Hermawan, mengungkapkan bahwa Partai Golkar sudah menyiapkan susunan dan berkoordinasi baik dengan fraksi lainnya. “Sudah disiapkan, tapi dimusyawarahkan lagi,” kata dia.

Ketua DPD Partai Gol‎kar Kabupaten Cianjur TB Mulyana Syahrudin juga menegaskan bahwa Partai Golkar lebih memilih menjalin komunikasi atau musyawarah dalam penempatan posisi di AKD. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir perseteruan antar anggota.

“Makanya lebih diutamakan itu musyawarah, tidak pemilihan saat paripurnanya. Kami juga telah komunikasi dengan fraksi dan partai-partai.”

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Deden Nasihin, menuturkan, Fraksi Golkar sudah lama menjalin komunikasi dengan PDI Perjuangan tentang AKD. “Jadi kami solid dalam penempatan dan mengedepankan musyawarah,” tuturnya.

Sayangnya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Cecep Buldan enggan berkomentar jauh terkait Rotasi AKD. Namun dia mengakui komunikasi dengan parpol atau fraksi-fraksi sudah dilakukan. “Kalau nama-namanya nanti saja di paripurna, tapi memang sudah ada komunikasi. Kami juga jamin telah solid dengan setiap fraksi,” tuturnya. (isl)

Comments

comments