Kehadiran Teroris Mencoreng Nama Baik Daerah

0
191

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur mengaku tercambuk dengan sering munculnya Cianjur sebagai tempat tinggal teroris. Namun untuk mengantisipasinya, peran RT, RW, Kepala Desa, Camat, dan unsur Muspida lainnya akan ditingkatkan supaya teroris tak mudah masuk ke Kota Santri.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku, meski teroris tidak berasal dari Cianjur, tapi keberadaan dan tempat tinggal sementara yang berada di Cianjur membuat nama baik tercoreng. Apalagi Cianjur yang tengah berbenah diri untuk jadi lebih maju dan agamis.

“Tentu jadi cambuk bagi Pemkab. Kami merasa tercoreng dengan adanya teroris yang tinggal di Cianjur, walaupun hanya pindahan dan menetap sementara di sini.”

Menurut Herman, masuknya teroris terjadi karena kurangnya pemantauan dan kesadaran dari semua pihak. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi lebih intensif dengan polisi dan TNI. Selain itu, Camat, kepala Desa, RW dan RT bakal merapatkan barisan dan mendeteksi dini.

“Setiap pendatang harus didata dengan ketat, meskipun nantinya sedikit membuat tak nyaman, tapi ini jadi keharusan demi mengantisipasi teroris masuk ke Cianjur. Warga pun kami imbau agar ketika ada tamu tak dikenal datang, segera lapor ke aparat setempat,” katanya.

Herman yakin berjalannya gerakan keagamaan yang dicanangkan pemerintah bisa lebih mendidik warga Cianjur agar tidak terpengaruh oleh paham yang menyimpang. “Cianjur yang lebih maju dan agamis ini berpatokan pada penanaman karakter. jangan sampai nantinya warga Cianjur juga terpengaruh oleh mereka (teroris),” ucapnya.

Sementara itu Kabagops Polres Cianjur, Kompol Hilman, mengatakan perlunya peningkatan koordinasi tiga pilar di desa untuk melakukan pengawasan dan pengamanan dengan melibatkan warga sebagai upaya antisipasi masuk dan bersembunyinya teroris di wilayah hukum Cianjur.

Menurutnya, selama ini pihaknya telah menekankan anggotanya, tepatnya anggota Babinkamtibmas, yang bertugas di tingkat desa untuk berkoordinasi dengan Babinsa dan kepala desa setempat dalam melakukan pengawasan dengan melibatkan warga.

“Kami langsung menekankan anggota Babinkamtibmas untuk lebih meningkatkan koordinasi dengan dua pilar lain di tingkat desa. Bahkan saat ini tugas mereka harus ikut rapat ditingkat RT sekalipun, sekaligus memiliki data valid kependudukan, agar dapat mengambil langkah ketika menemukan kejanggalan terhadap warga baru.”

Namun, pihaknya lebih menekankan kepedulian warga dalam mengawasi setiap gerak-gerik pendatang ke lingkungan mereka, dimana warga harus dapat mengantisipasi siapa saja yang tinggal dan berbaur dengan mereka dengan cara bersilaturahmi terlebih dahulu jika warga baru dirasa tertutup.

“Jangan sampai ketika ada warga baru, warga sekitar tidak peduli dengan kehadirannya. Kepedulian warga adalah faktor utama mencegah masuk dan bersembunyinya pelaku tindak kriminal atau teroris di lingkung warga. Kalau menemukan kejanggalan langsung laporkan atau lakukan pendekatan ketika ada warga baru untuk mengetahui informasi asal usulnya,” kata Hilman.

Hilman pun menampik Cianjur disebut sebagai tempat bersembunyi teroris, meskipun untuk ketiga kalinya Kecamatan Cilaku dijadikan tempat bersembunyi terduga dan tersangka teroris. “Wilayah mana saja bisa dijadikan tempat tinggal dan bersembunyi terduga teroris. Intinya kepedulian warga harus lebih ditingkatkan,” katanya. (isl)

Comments

comments