Jose Mourinho, Pemburu Trofi Sejati

0
249

PATAS.ID – Saat salah seorang wartawan bertanya tentang peluang memenangkan trofi pertama untuk Manchester United dalam Piala Liga yang akan berlangsung Minggu (26 Februari 2017) melawan Southampton, Jose Mourinho menjawab, “Trofi kedua,” tukasnya dengan sopan. “Kami telah memenangkan Community Shield sebelumnya. Bukan trofi utama, memang, tapi tetap trofi.”

Peristiwa kecil tersebut memperlihatkan bahwa pelatih asal Portugis tersebut menganggap semua kompetisi dan semua trofi yang dimenangkan sebagai sesuatu yang penting. Ini diperkuat dengan fakta bahwa jika Manchester United menang melawan Southampton nanti malam di Wembley, maka trofi yang dimenangkan akan menjadi trofi ke-24 Mourinho selam 17 tahun berkarir sebagai pelatih sepak bola.

Jose Mourinho adalah seorang pemburu trofi sejati, dan nampaknya trofi menjadi motivasi yang kuat baginya. Menurut Steve Clarke, asisten yang pernah bersama-sama dengan Mourinho melatih Chelsea, mental juara Jose Mourinho memang sangat tinggi. “Pokoknya jika kami mengikuti turnamen, kami harus memenangkannya,” ujar Clarke.

“Tak perduli kompetisi apapun yang diikuti, tekad untuk menang harus selalu diutamakan.”

Kemenangan United dalam final Piala Liga nanti malam akan menjadi momen penting bagi Jose Mourinho, sebab dia akan menjadi pelatih ketiga yang memboyong 4 Piala Liga, menyamai rekor Brian Clough dan Sir Alex Ferguson. Selain itu, trofi Piala Liga merupakan kemenangan pertama yang dimenangkan Mourinho saat melatih di Premier League pada Feberuari 2005 lalu, saat Chelsea menang 3-2 melawan Liverpool.

Sebagai pengukuh gelarnya sebagai pemburu trofi, perlu diketahui bahwa 23 trofi yang diraih Mourinho datang dari 4 liga utama dunia, yakni Inggris, Spanyol, Italia, dan negara asalnya, Portugal. Kaliber Mourinho memang tak perlu diragukan lagi. Banyak pihak yang bisa bersaksi atas kegigihan Mourinho untuk “memaksa” para pemainnya agar tampil dalam performa terbaik dan memenangkan pertandingan.

John Terry, misalnya, mengungkapkan bahwa sang pelatih bisa memotivasinya tanpa kata-kata. “Saat aku cedera lalu sembuh namun bolos latihan, meskipun hanya satu hari, dia tak mau menyapaku,” ujar Terry.

“Di ruang perawatan, dia akan bertanya pada terapis, ‘Kapan pemain ini bisa main lagi?’ Jika terapis mengatakan 2 hari, maka kita hanya boleh bolos latihan 2 hari. Mourinho tahu persis bagaimana cara membuat pemain termotivasi.”

Gary Neville, mantan pemain Manchester United yang kini menjadi asisten pelatih Timnas Inggris, juga setuju bahwa Mourinho merupakan pemain yang haus kemenangan. “Saat Jose melatih Chelsea adalah momen terberatku sebagai pemain United. Rasanya kami takkan bisa memenangkan gelar juara apapun karena Jose sangat haus kemenangan dan trofi.”

Akankah trofi Piala Liga menjadi trofi ke-24 Mourinho nanti malam? Hanya Southampton yang bisa memutuskan. (cho)

Comments

comments