Wow! Kekayaan 4 Orang Terkaya Indonesia Setara Jumlah Harta 100 Juta Warga Miskin

1
190
Huts mushrooming next to Jakarta's business district in downtown of Indonesia's capital city on May 31, 2013. The leaders of Britain, Indonesia and Liberia called on the United Nations to set a target of 2030 to eradicate extreme poverty, as the spearhead of new development goals. Indonesia's President Susilo Bambang Yudhoyono, Liberia's President Ellen Johnson Sirleaf and Britain's Prime Minister David Cameron said there had to be a "transformative shift" in production and doing business to eliminate the world's worst social ills. AFP PHOTO / Bay ISMOYO (Photo credit should read BAY ISMOYO/AFP/Getty Images)

PATAS.ID – Meskipun Presiden Jokowi terus-menerus menyatakan niatnya untuk mengurangi kesenjangan sosial, namun fakta memperlihatkan bahwa 4 orang terkaya Indonesia setara dengan jumlah harta 100 juta warga miskin di Indonesia.

Oxfam, organisasi internasional yang berfokus pada kemiskinan global, mengungkapkan bahwa Indonesia adalah satu negara dengan tingkat kesenjangan sosial tertinggi di dunia, Kamis (23 Februari 2016). Jumlah miliarder dollar di negara ini ternyata meningkat dari hanya satu orang di tahun 2002 menjadi 20 orang pada 2016.

Menurut Oxfam dalam laporannya, kekayaan 4 orang terkaya di Indonesia berjumlah sebesar $25 miliar atau sekitar Rp 333 triliun, setara dengan jumlah harta 40% warga termiskin Indonesia atau sekitar 100 juta orang. Bunga bank keempat orang ini dalam sehari jumlahnya ribuan kali lipat lebih besar dari penghasilan penduduk miskin Indonesia dalam setahun. Penghasilan setahun 4 orang terkaya ini dihitung bisa bisa membantu menghapus kemiskinan 20 juta penduduk Indonesia.

“Sejak 2000, pertumbuhan ekonomi berlangsung pesat. Namun, pembagiannya tidak merata secara adil, sehingga jutaan warga hidup dalam kondisi tertinggal, terutama perempuan.”

Pernyataan dalam laporan Oxfam tersebut diperkuat oleh data dari Bank Dunia. Menurut standar Bank Dunia, yang disebut miskin adalah mendapat penghasilan sekita $3,10 atau sekitar Rp 40 ribu sehari. Jika standar itu diterapkan, maka sebanyak 93 juta penduduk Indonesia adalah warga miskin.

Dilansir The Guardian, dalam rancangan kerjanya saat terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia pada 2014, Jokowi menyatakan bahwa dirinya bertekad mengurangi kesenjangan sosial. “Perkembangan ekonomi sangat penting dalam rencana kerja pemerintahan saya, namun yang terpenting adalah mengurangi kesenjangan sosial,” ungkapnya dalam wawancara dengan Bloomberg, tak lama setelah terpilih.

Bulan lalu, Jokowi mengakui bahwa tingkat kesenjangan di Indonesia masih tinggi dan bertekad bahwa sepanjang tahun 2017, dirinya akan berusah memperkecil kesenjangan tersebut.

Dini Widiastuti, juru bicara Oxfam Indonesia, mengatakan bahwa kesejangan sosial di Indonesia sudah mencapai tahap kritis. “Sangat tidak adil bahwa bunga bank orang terkaya di Indonesia dalam satu hari bisa memberi makan banyak warga miskin selama setahun penuh. Jika hal ini terus dibiarkan, akan terjadi ketidakstabilan sosial dan patahnya perkembangan ekonomi.” (cho)

Comments

comments