Reklame Rokok Dilarang, Reklame Rokok Dipasang

0
270

CIANJUR, patas.id – Terkait pembongkaran reklame dan iklan tak berijin di sepanjang jalan provinsi dan nasional, staf Balai Binamarga Provinsi Jawa Barat, Asep Sudrazat, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan reklame di jalur tersebut.

“Kami belum bisa pastikan berapa jumlah pastinya. Dalam waktu dekat kami harap pendataannya sudah bisa selesai.”

Penertiban tersebut dipastikan mempengaruhi penurunan Pendapatan Asli Daerah Cianjur dari sektor pajak dan retribusi reklame. Namun hal tersebut dianggap perlu dilakukan untuk mengurangi menjamurnya reklame tak berijin.

Di pihak lain, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cianjur mengaku tengah mengoptimalkan PAD dari reklame. Tahun lalu, capaian reklame belum mencapai 100 persen. Dari target Rp 2.530.062.800,- Pemkab baru bisa mendapatkan Rp 1.861.332.063 atau 73,57 persen.

Larangan pemasangan reklame rokok menjadi alasan BPPD atas ketidaktercapaian target. Larangan itu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau yang mengatur tentang larangan iklan rokok.

BACA: Ada Pejabat yang Mengakomodir Pemasangan Reklame Rokok di Cianjur

BACA: Pemkab Jangan Hanya Ambil Manisnya, Ujar Provinsi

Namun meskipun sudah ada larangan, reklame rokok masih terpasang di Cianjur. Salah satunya terdapat di perempatan jalan menuju Jangari di Desa Bobojong Kecamatan Mande. Di perempatan tersebut, sebuah reklame merek rokok terkenal nampak menjulang dengan lebar lebih dari tiga meter dan tinggi lebih dari dua meter. (isl)

Comments

comments