Pizza Nenas Jadi Tenar Gara-gara Tak Disukai Presiden Islandia

0
143

ISLANDIA, patas.id – Presiden Islandia, Guðni Th. Jóhannesson, tengah ramai diperbincangkan di media sosial berkat komentarnya mengenai pizza nenas beberapa waktu lalu. Hari ini, Rabu (22 Februari 2017), Jóhannesson akhirnya membuat klarifikasi tentang pizza nenas di akun Facebook-nya dalam 2 bahasa, Islandia dan Inggris.

Kegaduhan pizza nenas dimulai saat Jóhannesson menjawab pertanyaan dalam sebuah kunjungan ke sekolah, minggu lalu. Saat itu, seorang siswa dengan polos bertanya apakah sang presiden menyukai pizza nenas. Jóhannesson kemudian menjawab bahwa dirinya menentang konsep pizza nenas dan jika bisa, akan melarang nenas sebagai topping (taburan) pizza.

Jawaban Jóhannesson segera menjadi perdebatan di media sosial. Sebagian netizen marah-marah dan menganggap pernyataan Jóhannesson  bodoh serta tak bertanggung jawab. Menurut mereka, seorang presiden tak pantas mengeluarkan perkataan semacam itu di depan publik. Namun sebagian netizen menganggap hal tersebut  lucu dan wajar karena presiden pun punya selera pribadi.

Pemilik akun Twitter @geniuswriter1 menulis bahwa dirinya suka topping nenas di atas pizza. “Kebetulan aku suka nenas di pizza-ku. Jadi besok aku akan melakukan unjuk rasa di Kedutaan Islandia di Inggris,” kicaunya. Sementara pemilik akun @MLawrenceJourno malah mengelu-elukan Jóhannesson.

“Presiden Islandia akan melarang pizza nenas. Orang seperti inilah yang seharusnya memimpin Inggris.”

Tak hanya pro dan kontra, urusan pizza nenas juga melebar kemana-mana dengan membandingkan Jóhannesson dengan pimpinan dunia lain yang senang melarang-larang, yakni Donald Trump. Jóhannesson juga menjadi olok-olok di media sosial, pizza nenas menjadi trending topik internasional.

Dalam klarifikasi melalui akun Facebook-nya hari ini, Jóhannesson akhirnya menyatakan bahwa dirinya menyukai nenas dan bahwa larangan pizza nenas takkan pernah menjadi kebijakan politiknya.

“Aku suka nenas, tapi bukan nenas di atas pizza. Aku tak punya kekuasaan untuk melarang nenas dijadikan taburan pizza dan aku lega karena tak punya kekuasaan tersebut. Menjadi presiden bukan berarti memiliki kekuasaan tak terbatas. Aku tidak mencari jabatan agar bisa membuat undang-undang pelarangan atas apa-apa yang tak kusukai. Aku juga tak ingin hidup di negara yang demikian. Tapi untuk taburan pizza, aku merekomendasikan seafood.”

Postingan tersebut disukai ribuan orang dan dibagikan ratusan kali. Komentar yang muncul dari netizen pun bernada bersahabat dan penuh canda. “Perang pizza” antara Jóhannesson dan netizen berakhir bahagia, pizza nenas keluar sebagai juara. (cho)

 

Comments

comments