Meskipun Sudah Minta Maaf, Tantangan Terhadap Iwan Bopeng Terus Bermunculan

0
249

PATAS.ID – Meskipun Iwan Bopeng alias Fredy Tuhenay sudah meminta maaf atas kata-katanya tentang “memotong tentara”, namun video-video tantangan terhadap Iwan Bopeng masih terus bermunculan di YouTube.

Kejadian bermula saat video rekaman Iwan Bopeng marah-marah di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 27 Palmeriam Matraman Jakarta Timur pada hari pelaksanaan Pilkada DKI, Rabu (15 Februari 2017) lalu, muncul di YouTube. Rekaman tersebut mendapat hujatan dari banyak netizen dan mengundang reaksi dari beberapa anggota TNI serta keluarga mereka.

Dalam video tersebut, Iwan yang mengaku seorang muslim dan pendukung Ahok, setelah marah-marah pada petugas TPS, menunjuk seorang anak kecil (tidak terlihat dalam layar) dan berkata, “Itu anak siapa anak kecil tadi? He, tentara gue potong di sini, apalagi elu!”

Ucapan Iwan tersebut sontak membuat orang-orang dalam video bereaksi. Seorang rekan sesama Ahokers nampak berusaha menenangkan Iwan. Namun kemarahan Iwan masih berlanjut dengan mengeluarkan ancaman akan menuntut pegawai TPS dan memintanya bersikap fleksibel dengan alasan, “Allah saja fleksibel, babi itu haram jadi halal, masak kita nggak bisa?”

Video yang beredar tersebut berbalas video lagi. Beberapa orang yang mengaku anggota TNI kemudian memosting video balasan. Di YouTube, tak hanya anggota TNI, keluarga TNI pun memosting video kecaman dan tantangan balik pada Iwan. Sebagian dari mereka memamerkan ilmu kebal senjata, sebagian lagi menyumpahi Iwan.

Sejak kejadian tersebut, Iwan Bopeng menghilang dari peredaran. Sempat beredar kabar bahwa Iwan dipukuli massa, namun hal itu nampaknya tak benar. Pada Minggu (19 Februari 2017), Iwan alias Fredy Tuhenay memosting video klarifikasi dan ucapan permintaan maaf kepada para anggota TNI.

“Saya ingin mengklarifikasi kejadian pada TPS 27 dimana, bahwa rekan saya tidak boleh, dihalang-halangi untuk memilih pada saat Pilkada tersebut sehingga terjadilah satu benturan-benturan yang sifatnya perdebatan panjang, sehingga memancing emosi dan saya spontan mengeluarkan satu kata-kata yang kurang sopan kepada teman-teman tentara. Saya mohon maaf atas kejadian itu, dan saya minta maaf dengan tulus dari hati saya kepada teman-teman tentara supaya ini tidak melebar kemana-mana. Demikian klarifikasi yang saya lakukan. Sekali lagi saya mohon maaf dan kiranya sudi dimaafkan permohonan maaf saya ini pada teman-teman tentara.”

Namun meskipun permintaan maaf dan klarifikasi telah dibuat, video tantangan balik terhadap Iwan masih terus bermunculan hingga Rabu (22 Februari 2017) malam. Video-video kompilasi pun turut “menghangatkan” suasana Pilkada. Sementara itu saat ditanya media, pasangan calon Ahok-Jarot mengaku tak mengenal Iwan. (cho)

 

 

 

Comments

comments