Tenaga Kerja Asing, Datang Tak Dijemput, Pulang Tak Laporan

0
208

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur melakukan inspeksi mendadak ke salah satu persusahaan di Cianjur untuk memeriksa jumlah dan legalitas Tenaga kerja Asing (TKA). Meski tak ada TKA ilegal, Pemkab menyayangkan masih lemahnya laporan dari perusahaan ke Dinas sehingga terjadi perbedaan data.

Sidak yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman tersebut melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, serta Kantor Imigrasi Sukabumi.

PT Hanyoung Nux menjadi perusahaan yang pertama yang diinspeksi dari sejumlah perusahaan yang mempekerjakan TKA. Selama lebih kurang satu jam, Herman memeriksa kelengkapan administrasi dari TKA di sana, juga turut memantau buruh Cianjur yang bekerja di perusahaan tersebut.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan para TKA di PT tersebut seluruhnya legal. Namun dia menyoroti laporan jumlah TKA yang tak sesuai, antara di Kantor Imigrasi dan Disnakertran.

“Disnaker mencatat ada 7 TKA, tapi di imigrasi dan yang diungkapkan pihak perusahaan hanya empat TKA.”

Setelah ditelusuri, Herman menemukan adanya komunukasi yang putus antara perusahaan dan Dinas, dimana perusahaan tak melaporkan tiga TKA yang pulang ke negaranya. Padahal seharusnya, mereka yang pulang juga dilaporkan supaya data yang ada di Pemkab akurat.

“Baik yang masuk dan bekerja atau yang pulang harus dilaporkan, jangan sampai ada informasi yang hilang. Ini sudah saya sampaikan kepada pihak perusahaan. Dinas juga haru lebih proaktif dalam mencari data TKA ke setiap perusahaan.”

Herman mengungkapkan, di Cianjur saat ini belum ditemukan TKA ilegal, namun jika ada, maka perusahaan yang melanggar hukum tersebut akan diberi sanksi tegas dari Pemkab. Pasalnya masih ada 78 TKA yang harus diperiksa satu persatu. “Rencananya dalam waktu dekat akan ada sidak lanjutan supaya dipastikan di perusahaaan lain legal atau ilegal TKA-nya. Tapi waktunya bisa kapan saja, kami tak mau bocor lagi seperti sidak ke Kota Bunga, beberapa hari lalu,” paparnya.

Sementara itu, HRD PT Hanyoung Nux, Herlinawati, mengatakan bahwa pihaknya meminta maaf atas kurangnnya koordinasi tersebut. Ke depan, lanjut dia, komunikasi dengan Dinas akan lebih ditingkatkan supaya tidak terjadi kesalahpahaman. “Awalnya kami kira pihak agen tenaga kerja sudah melaporkan, tapi kenyatannya tidak. Makanya untuk selanjutnya kami yang akan langsung berkoordinasi dengan Dinas,” tuturnya. (isl)

Comments

comments