Seperti Apa Sih Isi Galeri Wayang Purwakarta?

0
388

PURWAKARTA, patas.id – Ada yang menarik dalam event Peresmian Tahap Ketiga Taman Air Mancur Sri Baduga di Purwakarta, yakni dibukanya Galeri Wayang untuk umum.

Galeri yang berada di kompleks Pendopo Pemerintah Kabupaten Purwakarta tersebut sebenarnya belum dibuka secara resmi dan masih dalam tahap penyelesaian akhir. Namun, menurut salah satu pemandu atau tour guide, Bupati Dedi Mulyadi secara khusus meminta galeri tersebut dibuka pada Sabtu (18 Februari 2017).

Memasuki Galeri Wayang, pintu sensor logam berwarna perak otomatis membuka. Pengunjung dengan ramah disapa dan dipersilakan masuk. Para pemandu yang nota bene merupakan pegawai di Dinas Pariwisata Pemkab tersebut telah dibekali pengetahuan tentang dunia perwayangan sehingga dengan lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Secara konsep, galeri yang latarnya didominasi warna hitam tersebut menyuguhkan berbagai jenis wayang yang ada di Indonesia. Ratusan koleksi wayang mulai wayang golek, wayang kulit Jawa, wayang kulit Cirebon, wayang wong, wayang klitik, wayang Betawi, wayang wali dan masih banyak lagi, terpajang di sini. Selain koleksi wayang berbagai daerah, galeri ini juga memiliki relief kayu, lukisan wayang dengan media kanvas dan kaca, video informasi dan pagelaran wayang, wayang golek Bima dari masa ke masa, perangkat gamelan, dan lain-lain.

Secara umum, ruang galeri diberi efek pencahayaan yang tertata baik dan cukup lapang untuk ditelusuri, serta cukup informatif. Galeri Wayang Purwakarta ini dikerjakan oleh seniman-seniman Sunda terkemuka. Nama-nama mereka ditukilkan di bagian bawah relief kayu, yakni: Aringgit, Isa Perkasa, Opik AS, Dedi Choliq, Ating AS, Oyon Sutisna, serta Edi Dolan.

Dalam sebuah bincang-bincang dengan seniman Isa Perkasa pada sebuah acara peluncuran buku di Bandung pada Minggu (5 Februari 2017) lalu, Isa menyebutkan bahwa proyek Galeri Wayang tersebut belum selesai dikerjakan. Menurutnya, seluruh tim berusaha agar penataan ruang galeri dibuat dengan konsep modern yang artistik agar tradisi pewayangan yang telah berumur ratusan tahun tersebut lestari dan bisa dinikmati.

Seperti apa suasana di dalam Galeri Wayang? Yuk, intip foto-foto di bawah ini. (cho)

 

Comments

comments