Berdesakan Menonton Air Mancur, 1 Orang Tewas dan Belasan Pingsan

0
226

PURWAKARTA, patas.id – Presmian Tahap Ketiga Taman Air Mancur Sri Baduga di kawasan Situ Buleud, Purwakarta, memakan korban belasan orang pingsan dan satu orang tewas.

Indra Kusumawati (42 tahun), salah seorang warga Gang Beringin RT 80/RW 88 Kelurahan Nagri Kaler, Purwakarta, meninggal dunia setelah berdesakan dengan para pengunjung lainnya di Pintu Timur. Petugas medis melarikan korban menggunakan ambulance ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bayu Asih Purwakarta. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong saat dalam perjalanan.

Menurut pantauan patas.id pada Sabtu (18 Februari 2017), sejak sore, ribuan orang sudah tumpah ruah di sekeliling kawasan Situ Buleud. Meski begitu, pengunjung belum diperbolehkan masuk karena acara gladiresik masih berlangsung di dalam lokasi.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Taman Air Mancur Sribaduga mulai dibuka. Pintu Barat yang menghadap ke arah Pemkab Purwakarta merupakan jalur khusus yang hanya dibuka untuk pengisi acara, tamu Kabupaten dan awak media resmi. Pengunjung umum baru diperbolehkan masuk setelahnya. Ribuan pengunjung lain akhirnya berdesakan di Pintu Timur yang memakai sistem buka-tutup.

BACA: Taman Air Mancur Sri Baduga Termasuk Top Five Events di Indonesia

Meninggalnya Indra Kusumawati sempat diumumkan oleh petugas di Gerbang Timur sebagai peringatan agar pengunjung lebih tertib. Tubuh-tubuh yang pingsan pun dibawa keluar oleh pengunjung lain, dibantu petugas medis. Beberapa pengunjung balik kanan dengan wajah bersimbah peluh, terutama mereka yang membawa anak-anak. Banyak yang mengaku sesak dan kepanasan.

Jubelan pengunjung paling parah terjadi tepat di depan Pintu Timur. Besi barikade bergeser jauh, petugas pun kewalahan menghadapi pengunjung yang saling dorong. Namun begitu melewati Pintu Timur, pengunjung bisa kembali bernafas lega. Beberapa orang langsung mencari tempat strategis untuk melihat atraksi, sebagian lagi menuju gazebo untuk beristirahat.

Salah seorang pengunjung, Winda (16 tahun), mengaku datang bersama teman-teman sekolahnya untuk menonton Peresmian Tahap Ketiga. Menurut Winda, dirinya juga datang pada Peresmian Tahap Kedua Januari 2016 lalu, namun situasinya tak separah ini.

“Sekarang penuh banget. Waktu Januari 2016 mah gak begini, soalnya di luar disediakan layar gede, jadi kita juga nonton di luar soalnya males desak-desakan. Tadi pas di pintu kaki lecet terinjak (pengunjung lain, red),” ujarnya sembari mengelus-elus kakinya. (cho)

Comments

comments