Cianjur Akan Maksimalkan 5 Komoditi Hortikultura

0
289

CIANJUR, patas.id – Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur akan memaksimalkan lima dari 30 komoditi tanaman hortikultura di Cianjur. Bahkan, Pemkab melakukan kerjasama dengan salah satu kelompok di Jepang dalam meningkatkan produksi serta kualitas tanaman hortikultura atau sayuran di Cianjur.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano, mengatakan, tahun ini ada lima komoditi yang diunggulkan, yakni cabai besar, cabai rawit, wortel, kol, dan tomat. Namun 25 komoditi tanaman hortikultura lainnya juga dikembangkan tapi tak diunggulkan.

“Dari 30 komoditi yang ada, hanya lima yang berpotensi. Selebihnya ada, tapi produksinya tak banyak dan tidak sepanjang tahun.”

Tahun ini Pemkab menargetkan produksi cabai besar mencapai 40.842 ton, cabai rawit sebanyak 31.175 ton, wortel sebanyak 30.263 ton, kol mencapai 15.128 ton, dan tomat hingga 60.314 ton. Lahan yang ditanami untuk memastikan produksi tersebut maksimal seluas 4.361 hektar untuk cabai besar, cabai rawit seluas 3.019 hektar, wortel seluas 1.991 hektar, kol seluas 1.035 hektar, dan tomat seluas 2.048 hektar.

Dengan luas area yang sama, tahun lalu pihaknya bisa memproduksi cabai sebanyak 47 ribu ton dari target 25.809, cabai rawit sebanyak 16.800 ton dari target 16.232 ron, wortel sebanyak 32 ribu ton dari target 34 ribu ton, kol sebanyak 17 ribu ton dari target 16 ribu ton, dan tomat sebanyak 32 ribu ton dari target 42 ribu ton.

“Untuk tomat dan wortel memang tidak maksimal sebab ada beberapa kendala. Namun selebihnya sudah diproduksi dengan maksimal.”

Menurut Mamad, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan salah satu kelompok yang fokus dalam urusan pertanian dari Jepang guna meningkatkan kualitas dan kuantitas. Rencananya ada 12 kelompok tani sayuran yang akan dibina selama tiga tahun. “Kalau melihat jumlah kelompok tani tentu hanya sedikitnya, sebab kelompok tani sayuran ada 250 tapi yang dibina hanya 12. Namun setelah yang 12 ini berjalan, ilmunya akan disebar pada 238 kelompok tani sayuran lainnya.”

Di samping menyediakan pembinaan langsung dari Jepang, pihaknya juga memberikan bantuan berupa pupuk, bibit cabai, dan peralatan lainnya. “Jumlahnya tidak banyak, sebab sifatnya hanya pendukung. Selebihnya itu bergantung pada kemampuan petaninya. Kami harap, target bisa tercapai atau bisa surplus untuk setiap komoditi tanaman hortikultura,” tandasnya. (isl)

Comments

comments