Membunuh Lobster dengan Kejam, Toko Seafood Didenda 20 Juta

0
207

SYDNEY, patas.id – Sebuah toko seafood terkemuka di Sydney, Nicholas Seafood, terbukti bersalah atas tuduhan kekejaman terhadap hewan setelah seorang stafnya terbukti membunuh lobster dengan cara-cara yang dianggap keji, dalam sebuah rekaman video.

Video tersebut diambil pada Rabu (25 Januari 2017) dan menuai protes keras. Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) sebagai himpunan masyarakat penyayang binatang menjatuhkan denda sebesar $1.500 atau sekitar Rp 20 juta kepada Nicolas Seafood.

Dalam video yang kemudian beredar luas di berbagai media sosial tersebut, nampak seorang staf Nicolas Lobster membunuh seekor lobster tanpa berusaha melumpuhkannya terlebih dahulu. Lobster yang malang itu meronta-ronta dan dan masih dalam keadaan hidup setelah ekornya diputus, sebelum akhirnya dipotong dalam mesin, 20 detik kemudian.

Dilansir news.com, Inspektur RSPCA Tyson Hohlein yang menyaksikan video tersebut menyatakan bahwa staf Nicolas Seafood tersebut tak menjalankan prosedur yang tepat.

“Saya sudah datang menemui manajer Nicolas Seafood dan bicara padanya. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan insiden tak sengaja yang tak dapat diterima, dan mengaku anak buahnya memang tidak bekerja sesuai prosedur.”

Agar kejadian tersebut tak terulang kembali, RSPCA menyebarkan pamflet gratis mengenai tata cara menghindari kekejaman dalam proses penyajian makanan laut bercangkang dari Department of Primary Industry (DDI). Panduan tersebut dibuat tahun 1997 setelah terbukti secara medis bahwa binatang-binatang laut bercangkang tersebut menderita saat dibunuh sebelum disajikan. (cho)

Comments

comments