Kinerja dari Kecamatan Lamban, Wabup Keluarkan Surat Teguran

0
147

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur mengeluarkan surat peringatan pertama kepada belasan kecamatan. Pasalnya banyak camat yang belum melaporkan jumlah toko modern di wilayahnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cianjur, Endang Suhendar, mengatakan, sejak keluarnya moratorium minimarket, Desember 2016 lalu, pihaknya langsung melakukan pendataan. “Dasar pendataan ialah Surat Edaran Bupati Cianjur Nomor 511.3/4087 Perizinan pada Oktober 2016 perihal pendataan toko modern,” kata dia.

Keterbatasan petugas membuat pemerintah Kecamatan dan Desa didorong untuk membantu pendataan. Namun setelah tiga bulan masa pendataan dan pelaporan, hanya beberapa kecamatan yang sudah melaporkan jumlah toko modern di wilayahnya.

“Sampai Januari 2017 pun hanya sebagian yang melaporkan, selebihnya masih belum. Kebanyakan yang sudah lapor dari wilayah selatan, sementara di perkotaan yang paling lambat.”

Lambatnya pelaporan, lanjut Endang, membuat Wakil Bupati, Herman Suherman mengeluarkan surat teguran pertama melalui dinasnya. “Surat itu bernomor 862.1/5690/BPPTPM/2016, keluar di akhir Desember. Tapi sepertinya masih belum diindahkan oleh para camat,” kata dia.

Dari data yang ada, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mencatat jumlah toko modern di Cianjur ada 191. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap toko moden di sejumlah kecamatan, ditemukan 10 toko modern yang tidak dapat menunjukkan izin, sehingga pemasangan stiker dalam pengawasan atau peringatan pertama terpaksa diberikan.

“Yang kami periksa dari Cidaun sampai Sukanagara dan Cikalongkulon sampai Karangtengah. Wilayah lainnya segera menyusul (diperiksa dan didata).”

Selama proses pendataan, lanjut Endang, Pemerintah Kecamatan bisa membantu dengan memberikan data jumlah minimarket. “Jadi bisa terlihat jumlah keseluruhannya. Yang ada di kami kan yang sudah mengajukan izin, baik yang sudah lengkap atau belum. Tapi kan bisa saja ada toko modern tak berizin, makanya kami meminta penambahan data dari Camat dan Kades,” kata dia. (isl)

Comments

comments