Malaysia Menjual 51 Persen Saham Proton ke Cina

0
186

MALAYSIA, patas.id – Perusahaan nasional Malaysia yang digagas pada 1979 oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad, Perusahaan Otomobil Nasional Berhad (Proton), akan menjual 51% sahamnya pada asing. Dari sekian banyak pelamar, termasuk perusahaan Renault (Perancis) serta Peugeot-Citroen Automobile (PSA), nampaknya perusahaan Geely Automobile Holdings (Cina) yang akan diambil jadi “menantu” Malaysia.

Jika perkawinan perusahaan terjadi, maka Geely akan memiliki akses ke semua pabrik operakitan Proton di Malaysia, juga bisa mengapalkan semua kendaraan produksinya secara bebas pajak ke 10 negara yang tergabung dalam Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), yang jumlah pasarnya sebesar 623 juta jiwa.

Namun, meskipun rencana tersebut nampaknya akan segera terealisasi, alasan utama penjualan saham Proton tak dapat dimengerti banyak pihak. Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, saat ini tengah kebakaran jenggot karena dihujani protes. Yang pasti, rencana transaksi sebesar 143 triliun ringgit (setara Rp 634 triliun) tersebut mengemuka setelah kunjungan Razak ke Beijing pada November 2016 lalu.

Menurut Robin Zhu, analis bisnis kendaraan di perusahaan Sanford C. Bernstein cabang Hongkong, rencana Geely untuk mengembangkan pasar Proton ke negara-negara Asean akan menemui kendala karena Proton dikenal sebagai perusahaan yang terus merugi.

“Butuh waktu sekitar satu atau dua tahun sebelum Proton bisa menghasilkan laba. Apalagi, merk-merk Jepang seperti Toyota, Nissan dan Honda, telah mendominasi pasar Asia Tenggara selama bertahun-tahun. Geely harus mengeluarkan dana besar untuk bisa bersaing.”

Sejak memproduksi Proton Saga pada 1985, perusahaan nasional Malaysia yang menjadi perusahaan publik pada 2012 tersebut memang boleh dikatakan tumpul menembus pasar internasional meskipun produksinya telah mencapai sejuta pada 1996. Di Indonesia, Proton hanya bisa menjual 500-an unit pada 2014. Mungkin itulah sebabnya Najib Razak ngotot ingin punya menantu.

Calon potensial, Geely, adalah perusahaan Cina yang telah mengakuisisi Volvo dan London Taxi Company. Sementara itu calon lainnya, PSA, telah bekerja sama secara teknis dengan Proton sejak 1990-an, terbukti dengan diproduksinya model Proton Tiara yang meniru Citroen AX. Namun, siapapun “menantu” yang dipilih Malaysia akan memiliki akses penuh terhadap pabrik perakitan Proton di Tanjung Malim yang bisa memproduksi 150.000 mobil dalam setahun. (cho)

Comments

comments