Jenis-jenis Sakit Kepala dan Cara Mengatasinya

0
244

PATAS.ID -Vertigo atau sakit kepala merupakan penyakit yang sangat menyiksa. Sakit kepala ini bervariasi, mulai sensasi seakan dunia berputar, pening sebelah kepala, hingga kaki dan tubuh terasa lemas.

Menurut Andrew Clements dari Balance Centre, sebuah klinik khusus pasien sakit kepala di Leicester, Inggris, vertigo bisa disembuhkan, asal kita tahu persis apa penyebabnya. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui apa penyebab sakit kepala, di antaranya:

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)
BPPV adalah penyakit di bagian dalam telinga. Sebanyak 50% dari kita mengalaminya. BPPV terjadi saat kotoran-kotoran di bagian otoconia crystals (yang berhubungan dengan keseimbangan dan gravitas) jatuh ke bagian telinga yang salah. jatuhnya kotoran itu hanya terjadi selama beberapa detik namun efeknya bisa panjang dan menyakitkan.

Salah satu terapi fisik yang bisa dilakukan adalah berbaring dengan posisi datar, tidur menyamping, menatap ke atas, atau membungkukkan badan. Terapi lain yang bisa dilakukan adalah melakukan gerakan-gerakan kepala yang disebut Manuver Epey atau Epey manoeuvre, yang bisa membuat kotoran telinga berpindah ke bagian yang seharusnya.

Kecemasan
Jika sakit kepala diiringi oleh gejala-gejala syaraf seperti gelisah, menggigil, serta kelelahan, bisa jadi penyebab sakit kepala tersebut adalah kecemasan. Untuk mengatasinya, lakukan olah raga, kurangi kafein dan alkohol, lakukan latihan pernafasan dan minum air sebanyak-banyaknya karena rasa pusing akibat dehidrasi akan semakin parah saat kita merasa cemas.

Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah bisa menyebabkan rasa pusing, terutama jika kita bangkit terlalu cepat dari posisi duduk atau tidur. Oleh karena itu, penderita tekanan darah rendah sebaiknya tidak tergesa-gesa melakukan apapun, santai saja.

Penuaan
Sakit kepala dan ketidakseimbangan tubuh bisa terjadi karena koordinasi mata, sistem keseimbangan dalam telinga, serta kinerja otot tubuh tak lagi selaras. Masalah kardiovaskular yang sering datang seiring bertambahnya usia juga bisa menjadi masalah. Untuk mengatasinya, tetaplah aktif bergerak dan berolah raga.

Anemia
Kulit pucat dan rasa lelah merupakan gejala yang dialami penderita anemia yang kekurangan zat besi dalam tubuhnya, begitu juga rasa pusing. Dokter ahli diet, Sarah Schenker, menjelaskan bahwa rasa sakit kepala yang dialami penderita anemia adalah kurangnya zat besi untuk membentuk sel darah merah dan memproduksi oksigen yang dibutuhkan otak.

Untuk mengatasinya, konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti kambing, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Hindari minum teh setelah makan karena akan mengganggu proses penyerapan sari-sari zat besi.

Infeksi Telinga
Kehadiran bakteri dan virus pada telinga bagian dalam sehingga menyebabkan infeksi adalah sebuah fenomena yang disebut labirintis. Penyakit ini bisa menyebabkan sakit kepala, mual, dan kehilangan pendengaran. Untuk mengatasinya, konsumsi antibiotik jika penyebabnya adalah bakteri. Namun untuk infeksi yang lebih parah, konsumsi obat-obatan yang mengandung antihistamin sesuai resep dokter.

Penyakit Meniere
Jika sakit kepala disertai dengan sensasi seakan-akan kepala membengkak dan ketulian sementara, bisa jadi kita menderita penyakit meniere yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan cairan dalam telungan. Tinnitus (suara bising di telinga), kehilangan pendengaran dan kehilangan keseimbangan tubuh bisa terjadi beberapa tahun kemudian jika penyakit semakin parah.

Untuk mengatasinya, hubungi dokter, aktif berolah raga, serta lakan diet garam. Diet garam bisa membantu mengurangi menumpuknya cairan di telinga bagian dalam. Dengan begitu, rasa sakit kepala bisa berkurang. (cho)

Comments

comments