Pendamping Desa Dilarang Minta Jatah Dana Desa

0
158

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, menegaskan bahwa pendamping desa harus berkoordinasi sebaik mungkin dengan pemerintah desa yang dibinanya. Tidak hanya itu, pendamping desa dilarang meminta jatah dari dana desa.

Menurut Herman, para pendamping desa harus menjadi motor dan konsultan yang baik guna merealisasikan keinginan terkait pembangunan infrastruktur, keagamaan, ekonomi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang saat ini masih belum berjalan maksimal.

“Makanya komunikasi dan koordinasi yang harus diutamakan. Itu juga yang saya sampaikan dalam rapat koordinasi dengan pendamping desa di Bale Praja, belum lama ini,” ujar Herman, Jumat (10 Februari 2017). Para pemdamping desa pun akan diarahkan untuk selalu berkomunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sehingga dapat mengarahkan desa agar menggunakan anggarannya dengan baik tanpa kebocoran.

“Fungsinya memang begitu, menjadi konsultan bagi warga dan desa, mengarahkan anggaran agar dikelola sebaik mungkin. Kalau butuh pembinaan terkait infrastruktur, nanti tinggal komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sementara urusan BUMDes bisa ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa,” papar Herman seraya menegaskan agar para pendamping desa tidak meminta dana dari anggaran desa.

“Pendamping itu konsultan, jangan ada yang potong anggaran.”

Berkaca dari tahun lalu, lanjut Herman, para pendamping kurang berkomunikasi dengan pemerintah desa. Jika hal itu kembali terjadi, dirinya takkan segan memanggil pendamping desanya. “Saya akan panggil jika ada yang susah berkoordinasi, langsung di bawah tanggung jawab saya.”

Sementara itu Kepala Desa Cikahuripan Kecamatan Gekbrong, Irwan Kustiawan, mengatakan bahwa peran pendamping desa di tahun lalu dinilai tidak ada. Pasalnya dalam setahun, pendamping Desa Cikahuripan tidak pernah muncul dan membina pemerintah desa.

“Jadi ada namnya tapi tidak ada kerjanya. Bahkan saya selaku kepala desa pun tidak tahun pendamping desa saya yang mana orangnnya.”

Namun dirinya berharap tahun ini ada perubahan, dimana komunikasi bisa berjalan baik, sebab anggaran dana desa setiap tahun bertambah besar dan perlu pendampingan agar tidak salah kaprah dalam pengelolaan. “Semoga saja tahun ini ada perubahan, tapi memang sejak awal tahun sudah ada komunikasi yang cukup baik,” tandasnya. (isl)

Comments

comments