Saling Klaim Kepemilikan Wisma Karya

0
153

CIANJUR, patas.id – Kuasa hukum Haryadi Atmaja, Inu Jajuli, dan kuasa hukum ‎KONI Kabupaten Cianjur serta Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia, Suhendra, saling klaim akan memenangkan hasil sengketa Wisma Karya. Keduanya mengaku memiliki bukti kuat kepemilikan yang sah berdasarkan hukum.

Kuasa hukum penggugat (Haryadi Atmaja), Inu Jajuli, mengatakan bahwa pihaknya memiliki bukti akta jual-beli dan sertifikat tanah yan dikeluarkan pemerintahan Belanda, yakni Eigendom Verponding (EV) yang artinya adalah hak tanah yang berasal dari hak-hak Barat yang diterbitkan pada jaman Belanda untuk warga negara Indonesia.

“Para saksi yang sudah kami konfirmasi juga menyatakan jika etnis Tionghoa yang tergabung dalam Yayasan Tionghoa memang sudah ada di sana sejak dulu,” tutur Ini saat ditemui usai sidang pembacaan gugatan di Pengadilan Negeri Kelas IIB Cianjur.

BACA: Wisma Karya Bukan Untuk Segelintir Orang, Tapi Untuk Kepentingan Umum

Atas dasar itu, Inu mengaku pihaknya akan melakukan gugatan kepada Pemkab Cianjur, KONI, dan PTMSI. Inu juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mendengar jika pihak tergugat mengaku memiliki dasar kepemilikan aset tersebut, tetapi Inu belum melihat dokumen tersebut. Sekalipun dokumen tersebut ada, pihaknya akan tetap meneruskan proses hukum.

“Mendengar sudah, tapi belum melihat dokumennya. Jadi nanti tunggu di pembuktian apakah memang ada atau mengada-ada. Kalaupun ada, nanti bandingkan saja, siapa yang lebih kuat dokumennya. Kan nanti hakim yang menentukan.”

Sementara itu, kuasa hukum KONI dan PTMSI, Suhendra, menuturkan bahwa ‎dasar hukum kepemilikan Wisma Karya sebagai aset Pemkab berada pada Putusan Menteri Keuangan pada 2008.

“Kami juga punya bukti otentik kepemilikan yang kuat, yakni putusan Menteri Keuangan. Dan berdasarkan peraturan perundang-undangan pada 1960, tanah yang bersertifikat pemerintahan Belanda harus didaftarkan lagi untuk mendapatkan sertifikat terbaru dari Pemerintah RI. Sayangnnya Wisma Karya tidak diperbarui, makanya diputuskan oleh Kementrian Keuangan.”

Suhendra juga mengaku sudah menyiapkan bukti-bukti lainnya untuk melawan gugatan tersebut. “Tentunya banyak yang telah disiapkan, dan kami yakin akan menang sehingga Wisma Karya tetap jadi milik Pemkab,” tandasnya. (isl)

Comments

comments