Evaluasi Pariwisata Tindak Lanjuti Komunikasi Pemkab dan Dubes Arab

1
199

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur bakal melakukan rapat evaluasi terkait kepariwisataan. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman dengan Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia lantaran terjadinya perselisihan antara warga Cianjur dengan turis asal Arab.

Heman mengatakan, dalam pertemuannya dengan Dubes Arab Saudi di Mapolsek Pacet, terungkap adanya perselisihan antara turis asal Arab Saudi yang tengah berkunjung ke Kota Bunga dengan warga lokal. Meski belum bisa dipastikan siapa yang bersalah, namun peristiwa tersebut akan jadi bahan evaluasi.

“Hari ini saya akan panggil seluruh pihak yang membidangi kepariwisataan. Rapatnya di ruangan saya, kemungkinan siang ini,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (8 Februari 2017).

Herman menjelaskan, perselisihan antara turis dengan warga Cianjur tersebut bermula ketika salah seorang turis memesan minuman kepada seorang tukang ojek. Namun ketika sudah dibeli dengan menggunakan dana talangan, turis tersebut tidak mau membayar. Setelah terlibat percekcokan, akhirnya tukang ojek yang merupakan warga lokal tersebut berkelahi dengan turis asal Arab itu.

“Kalau yang dijelaskan oleh tukang ojeknya begitu, karena kesal tidak mau bayar, langsung dipukul. Tapi menurut turis Arabnya, tukang ojek ini menjual paksa minuman tersebut tanpa diminta, sehingga dia tidak mau bayar.”

Namun, lanjut dia, dari kejadian tersebut dirinya mengambil sisi positif, yakni adanya pertemuan dan komunikasi langsung antara Dubes Arab untuk Indonesia dengan Pemkab Cianjur. “Terlepas siapa yang salah, ini jadi tamparan bagi keduanya. Warga lokal sebagai tuan rumah harus lebih terbuka dan ramah, sementara turis asing harusnya lebih santun dan menghormati warga lokal. Itu juga yang saya sampaikan ke Dubes Arab Saudi.”

Menurut Herman, evaluasi terkait penyelenggaraan kepariwisataan pun harus dilakukan, supaya ke depan tidak muncul kejadian serupa. Apalagi beberapa waktu lalu, kasus pemerasan terhadap turis asing pernah terjadi. Insiden tersebut dikhawatirkan membuat turis asing berkurang lantaran faktor ketidaknyamanan.

“Cianjur kan kembali jadi tujuan wisata, dan berniat menjadi wisata pangan dunia. Pembenahan dan evaluasi harus dilakukan agar ke depan lebih baik lagi. Pengawasan pun akan ditingkatkan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, Satpol PP, Imigrasi, dan lainnya,” tandas Herman menutup pembicaraan. (isl)

Comments

comments