Delman dan Becak Akan Gantikan Angkutan Umum

0
247

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana untuk membatasi jam operasional angkutan umum (angkum). Hal itu dilakukan sebagai uoaya untuk menata wisata di wilayah perkotaan, yaitu dengan memberdayakan kendaraan tradisional, yakni becak dan delman.

Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar mengatakan, rencananya Pendopo Cianjur akan dijadikan kawasan wisata seperti halnya Istana Cipanas.

“Jadi setiap Jumat sore sampai Minggu, pendopo dibuka untuk umum. Sementara Senin sampai Jumat pagi ditutup, sebab ‎digunakan untuk menerima tamu dari provinsi, pemerintah pusat, dan lainnya,” kata dia dalam Forum Diskusi Pancaniti, kemarin (4 Februari 2017).

Menurutnya, untuk menunjang rencana tersebut, pemerintah akan menggunakan transportasi tradisional, seperti becak dan delman yang dilengkapi dengan hiasan lampu gentur. Akibatnya, jam operasional angkum akan dibatasi hingga sekitar pukul 16.00 WIB.

“Rencana seperti itu, jadi jam 4 sore sudah tidak ada lagi angkum beroperasi di wilayah perkotaan, kecuali kendaraan pribadi. Penggantinya delman dan becak, jadi nuansanya klasik,” kata dia.

Delman dan becak tersebut, lanjut dia, bakal dipusatkan di lahan bekas SDN Siti Jenab dan sekolah lainnya di wilayah perkotaan yang rencananya akan dipindahkan ke luar kawasan perkotaan.

“Itu baru wacana, tapi kemungkinan besar akan direalisasikan untuk menggenjot dan menyediakan destinasi wisata di wilayah perkotaan,” ungkapnya.

‎Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur menyatakan jumlah angkutan umum (Angkum) di wilayah perkotaan dinilai ‎terlalu banyak. Bahkan diwacanakan, untuk wilayah perkotaan akan disediakan transportasi massal gratis, yakni bus dalam kota.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, ‎Djoni Rozali, menuturkan, jumlah angkutan umum di wilayah perkotaan mencapai 4.000 unit. Jumlah yang terlalu banyak untuk ukuran wilayah perkotaan yang tidak luas.

“Memang tidak sebanding, jumlah penumpang hanya seberapa persennya. ‎Makanya keinginan kami dibuat bus dalam kota, tapi tentunya perlu proses. Jadi angkum itu trayeknya di seputaran lingkar luar perkotaan. Di dalam kota, pakai bus khusus seperti Damri atau bus Bandros di Bandung. Tapi disediakan memang gratis,” tuturnya.(isl)

Comments

comments