Pelaku Trafficking Ini Dapat Bayaran Rp 14 Juta Per Korban

0
148

CIANJUR, patas.id – Polres Cianjur menangkap S (53 tahun) pelaku kasus trafficking atau perdagangan manusia bermodus pemberangkatan Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Timur Tengah. Bayaran yang mencapai belasan juta membuat pelaku memberanikan menjadi penyalur TKW ke Timur Tengah, meskipun melanggar moratorium.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut dilakukan berdasar laporan maraknya pemberangkatan TKI ke Timur Tengah. Padahal sesuai dengan Moratorium TKI pada 2011 lalu, pemberangkatan TKI ke Timur Tengah sudah tidak diperbolehkan.

“Makanya kami lakukan penyidikan dan mendapatkan pelaku. Kami juga berhasil mengamankan 8 perempuan yang merupakan calon TKI‎ atau korbannya,” ujar Benny usai gelar perkara, Kamis (2 Februari 2017).

BACA: Korban Trafficking: Sponsong Bilang Pemberangkatannya Resmi

‎Menurutnya, pelaku merekrut tenaga kerja dari berbagai wilayah di Cianjur dengan dijanjikan bekerja di luar negeri. “Jadi mereka dijanjikan langsung dapat pekerjaan di sana,” paparnya. ‎Selama beberapa tahun beroperasi, lanjut Benny, pelaku sudah memberangkatkan lebih dari 100 orang. Bayaran yang besar membuat pelaku tergiur.

“Dari setiap orang yang dikirim, ada fee sebesar Rp 15 juta. Setelah dipotong administrasi, pelaku mendapatkan fee bersih sebesar Rp 14 juta per orang.”

Benny mengungkapkan, jaringan penyalur TKI ilegal sudah terstruktur secara luas. Bahkan di Jakarta terdapat penampungan TKI. “Kami masih kembangkan untuk mencari mata rantai pelaku trafficking bermodus TKI ini. Pelaku yang telah diamankan terkena jerat Pasal 102 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan diamcam hukuman penjara di atas 5 tahun,” tegasnya.

Sementara itu S (53 tahun), pelaku trafficking, mengaku telah menjalankan aksinya sejak 2010, dimana penyaluran TKI atau TKW ke timur tengah diperbolehkan. Sejak keluarnya moratorium, dirinya berhenti, kemudian kembali menjadi penyalur setelah diminta oleh agensi TKI. “Katanya sudah boleh lagi, jadi saya kembali cari TKI. Tidak tahu kalau masih berlaku moratoriumnya,” tandasnya. (isl)

Comments

comments